BI Fast Bakal Perkuat Sistem Ekonomi Digital dengan Berbagai Inovasi Teknologi yang Digunakan

BI Fast Bakal Perkuat Sistem Ekonomi Digital dengan Berbagai Inovasi Teknologi yang Digunakan Kredit Foto: Bank Indonesia

Dalam rangka mengimplementasikan Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia meluncurkan bauran kebijakan, salah satunya yakni BI-Fast Payment. BI Fast merupakan sistem penyelesaian transaksi yang beroperasi secara realtime, selama 24 jam dengan penyelsaian transaksi yang lebih cepat.

Hal tersebut diutarakan oleh Filianingsih Hendrata, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dalam Forum Diskusi Nasional, Rabu, (24/11/2021).

Baca Juga: Dukung Transisi Energi Terbarukan, Huawei Luncurkan Digital Power

"BI Fast ini menyediakan layanan yang realtime, seamless, tersedia 24 jam dengan tingkat keamanan dan efisiensi yang tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi keuangan digital dan wujud blue print sistem pembayaran Indonesia 2025," ujar wanita yang akrab di sapa Fili tersebut.

Dengan menyediakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, hal itu jadi salah satu kelebihan sistem BI Fast dibanding pendahulunya, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), kecepatan penyelesaian atau settlement transaksi. BI mengeklaim, proses settlement melalui BI Fast hanya membutuhkan waktu 25 detik.

Fili mengharapkan, adanya BI Fast akan mendorong konsolidasi industri dan integrase ekonomi ekonomi keuangan digital secara end to end.

"Persiapan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, bifast menjadi salah satu syarat seperti cross border payment, berbagai kebijakan di sektor moneter, makro prudensial dan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah dan mendukung terciptanya ekosistam digital. Untuk memperkuat digitalisasi sistem pembayaran dan mendukung pemulihan ekonomi nasional," tambah Fili.

Hal senada diungkapkan oleh Arif Budisusilo selaku Presiden Direktur Solopos Media Group. Dia menyambut baik kehadiran kebijakan BI Fast Payment menjadi solusi ekosistem keuangan digital ke depannya.

"Bifast akan menjamin reability yang tinggi karena bukan sekadar benefit realtime yang tinggi, tetapi ini juga bisa mendeteksi fraud detection system dan mendeteksi anti-money laundry sehingga nasabah merasa aman untuk menggunakan bi fast payment ini," kata Arif.

Arif menegaskan bahwa dengan adanya BI Fast tersebut akan memperkuat kontribusi ekonomi yang cukup besar secara nasional dengan volume transaksi yang masif serta menjamin keamanan secara komprehensif.

"Dengan BiFast Payment ini, kontribusi ekonomi yang besar, dugaan saya akan menjadi driven baru dalam mempercepat ekonomi di tengah pandemi dengan volume transaksi yang luar biasa besarnya," tambah Arif.

Dengan demikian, hal itu sejalan dengan perkembangan dan harapan agar Layanan Pembayaran Ritel 24/7 bagi seluruh bank, mendorong inovasi dan serta interoperabilitas berbagai kanal pembayaran (mobile), mendukung inklusi keuangan dan instrumen non-tunai, serta skema harga yang lebih efisien menurut Yudi Adicawarman, Enterprise Sales Manager, Red Hat Indonesia.

BI Fast sebagai infrastuktur SP ritel dapat melayani pembayaran ritel dengan real time yang akan beroperasi selama 24/7. Dengan adanya penerapan sistem pembayaran ritel, diharapkan nasabah dapat melakukan transfer online atau antarbank dengan real time dan biaya murah dari yang tersedia saat ini.

"Untuk BI FAST kami selaku mitra bisnis teknologi Oracle, Red Hat, dan Thales menyediakan software, layanan implementasi, integrasi dengan aplikasi Bank Indonesia, dukungan pasca-implementasi dan pelatihan untuk keperluan implementasi BI FAST. Kami memiliki pengalaman dalam melayani sektor finansial maupun perbankan," ujar Yudi.

"Sebagai perusahaan Digital Solution Provider, kami akan memberikan end-to-end solutions yang dibutuhkan oleh pelanggan," tutupnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini