Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Analisis Pengamat Politik Soal Anies Baswedan dan Formula E: Pertaruhan Akhir Sang Gubernur

Analisis Pengamat Politik Soal Anies Baswedan dan Formula E: Pertaruhan Akhir Sang Gubernur Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi -

Pengamat Politik Adi Prayitno ikut menyoroti terkait penyelengaraan bergengsi Formula E yang terus digadang-gadang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adi Prayitno berharap, bahwa event ini harus mendapat banyak dampak untuk Indonesia, karena selama ini selalu mencuri perhatian publik bahkan jauh sebelum penyelengaraanya.

Dia menilai, bila event bergengsi diadakan secara spektakuler tentu akan dipandang lebih untuk Indonesia.

Baca Juga: Anies Baswedan: Kadrun Itu Apa Sih Sebenarnya?

Namun, bila sebaliknya, hal ini tidak hanya menghabiskan anggaran, tapi juga menjadi penilaian buruk di masa akhir jabatan Anies Baswedan.

"Anies harus bertanggung jawab atas Formula E. Jika Formula E berjalan secara bagus dan spektakuler dipandang skala internasional. Hal ini akan menjadi warisan yang bagus untuk Anies Baswedan," jelas Adi Prayitno kepada GenPI.co, Kamis (25/11).

Adi Prayitno mengungkapkan, bahwa sebaliknya jika respons publik kurang terhadap event ini, hal tersebut akan menjadi peristiwa yang tak bagus di akhir pemerintahannya.

"Formula E ini menjadi pertarungan akhir Anies Baswedan, hal ini mirip seperti perjudian yang cukup serius," tuturnya.

Dia menilai, bahwa bila acara ini bagus dan menguntungkan tentu Anies Baswedan menjadi orang pertama yang mendapatkan apresiasi.

Namun sebaliknya, bila Formula E tidak menguntungkan secara daerah dan Internasional, Anies Baswedan akan menangis.

Baca Juga: Suara Wacana Pembubaran Kerap Terdengar, MUI: Kesalahan Personal Tidak Bisa...

"Semua ini pertaruhan Anies," tutup Adi Prayitno.

Selain itu, selama Formula E ini masih dalam rencana sudah banyak rintangan yang dijalani oleh Anies Baswedan mulai dari anggaran, penundaan, hingga dikabarkan dibatalkan penundaan di Monas karena terkendala perizinan dari pemerintah pusat.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan