Rocky Gerung: Salah Jokowi Sendiri... Dia Ngaco, Dia Marah-Marah Sendiri

Rocky Gerung: Salah Jokowi Sendiri... Dia Ngaco, Dia Marah-Marah Sendiri Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Akademisi Rocky Gerung blak-blakan menyentil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengkritik sistem birokrasi yang tertanam di tubuh BUMN. Sebelumnya, dalam sebuah pidato yang disampaikan saat rapat kabinet, Jokowi memandang rumitnya birokrasi yang ada di BUMN justru menghambat para investor untuk masuk.

Merespons hal tersebut, pengamat sosial dan politik itu memberikan kritik keras kepada Jokowi melalui video yang diunggah dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official. Menurut Rocky, orang nomor satu di Indonesia ini belum menggenggam ilmu kepemimpinan.

Baca Juga: Disebut Anak Emas Jokowi-Megawati, Jenderal Dudung Tegas: Saya Tidak Mau...

Sebab, menurut Rocky Gerung, hematnya seorang pemimpin tak semestinya memarahi anak buah di hadapan publik. Selain itu, Mantan Dosen Ilmu Filsafat Universitas Indonesia itu menduga Jokowi tak mengerti fungsi BUMN.

Pasalnya, Rocky Gerung menilai, BUMN bukan alat yang digunakan untuk mengumpulkan keuntungan. Dengan begitu, ketika digerakkan untuk berbisnis, dapat dipastikan berujung pada kegagalan.

"Presiden memang nggak ngerti apa fungsi BUMN. BUMN itu fungsinya mendistribusikan keadilan, bukan mengakumulasi kapital atau keuntungan," tegas Rocky Gerung melansir GenPI.co, Senin (22/11).

"Yang mesti melakukan akumulasi adalah market, bukan BUMN. Sekarang BUMN disuruh berbisnis, ya pasti gagal karena bukan wataknya untuk berbisnis," sambungnya.

Oleh sebab itu, Rocky Gerung berpendapat mandeknya investasi karena presiden sendiri salah mengartikan fungsi BUMN sejak awal. "Kesalahan investasi itu akibat dari keinginan presiden untuk memberi penugasan BUMN untuk berbisnis," jelas Rocky Gerung.

"BUMN sudah salah kaprah dari awal, Presiden Jokowi adalah orang yang memutuskan siapa pun jadi komisaris, orang yang menunjuk Menteri BUMN. Jadi, salah dia sendiri. Dia ngaco, dia marah-marah sendiri," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini