Catat! Kepala BMKG Mengimbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem

Catat! Kepala BMKG Mengimbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, terus mengimbau kepada masyarakat agar mewasapdai adanya potensi cuaca ekstrem di Indonesia.

Mulai dari hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang masih cukup tinggi potensinya terjadi di berbagai daerah di Tanah Air.

Baca Juga: Pengamat: Nadiem Makarim Saja Berani, Masa Jokowi Nggak?

"Terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem, antara lain hujan lebat, hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, kilat atau petir, angin kencang, puting beliung dan seterusnya," kata Dwikorita di Jakarta, belum lama ini.

Ia meminta kepada masyarakat apabila terjadi hujan disertai kilat atau petir hindari lokasi tanah lapang atau pesawahan, hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan tidak permanen di area yang lapang.

"Lakukan pemotongan ranting atau dahan pohon yang mudah patah atau roboh ketika terjadi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tuturnya.

Dalam rangka mitigasi terhadap bahaya dan ancaman sambaran petir disarankan untuk bangunan rumah, bangunan elektronik, komputasi dan bangunan objek vital nasional.

Baca Juga: Ngabalin Kasih Respons Menohok ke Fadli Zon: Hidupnya Penuh dengan Fitnah!

"Serta bangunan lainnya yang sensitif terhadap sambaran petir agar dipasang sistem penangkal petir terpadu, dan sistem grounding yang memadai," katanya.

Saat ini, BMKG memprediksikan bahwa musim penghujan sudah mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Musim penghujan akan berlangsung hingga awal tahun 2022.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini