Untuk Tingkatkan Herd Immunity, Vaksinasi Lansia Harus Dipercepat

Untuk Tingkatkan Herd Immunity, Vaksinasi Lansia Harus Dipercepat Kredit Foto: Yayasan Maharani Kemala

Pemerintah terus menggenjot vaksinasi lansia dengan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

Sejauh ini program vaksinasi bagi lansia belum sesuai harapan karena hambatan akses serta faktor informasi yang keliru.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan lansia selalu menjadi prioritas vaksinasi. Namun hingga saat ini, baru 43 persen sasaran vaksinasi lansia mendapatkan dosis pertama.

Baca Juga: Apa Benar Jambu Air Bermanfaat untuk Masalah Diabetes? Ternyata Oh Ternyata…

Hal ini justru berbanding terbalik dengan capaian vaksinasi secara umum, di mana 61 persen sasaran sudah tervaksinasi.

“Targetnya minimal dosis pertama dikejar sampai akhir Desember 2021. Karena angka kesakitan dan kematian pada usia di atas 59 tahun meningkat 6-7 kali lebih tinggi ketimbang non lansia,” ujar Nadia dalam dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)- KPCPEN, belum lama ini.

Nadia mengatakan bahwa kelompok lansia tidak perlu khawatir karena vaksin Covid-19 sudah melalui uji klinis, sangat aman, dan efek sampingnya kecil. Pada hasil uji klinis, usia tidak mempengaruhi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

“Justru vaksin Covid-19 ini ditujukan bagi lansia dan orang yang punya komorbid, karena itulah kelompok yang terbanyak terdampak dengan sakit parah bahkan kematian,” ujar dia.

Bila target vaksinasi tidak tercapai, maka Indonesia tidak bisa seutuhnya membentuk kekebalan kelompok. Wilayah dengan cakupan vaksinasi di atas 70 persen, situasi pandemi dapat beralih ke endemi, kasus akan sangat rendah.

Sementara di daerah yang belum mencapai target vaksinasi, potensi kejadian luar biasa pasti akan mudah terjadi dan akan mengganggu kabupaten kota lainnya.

“Kami tidak akan bisa keluar dari pandemi bila target sasaran vaksi nasi belum tercapai,” tegas Nadia.

Sementara untuk vaksin booster, hal tersebut sudah menjadi bagian dari perencanaan perlindungan masyarakat dan sudah dilaksanakan pada tenaga kesehatan. (cuy/jpnn)

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini