Satgas: Tren Penurunan Kasus Covid-19 Terus Berlanjut

Satgas: Tren Penurunan Kasus Covid-19 Terus Berlanjut Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, penurunan kasus pada pekan ini tercatat mencapai 12,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan ini, kata dia, telah terjadi selama 16 minggu berturut-turut dari puncak kasus kedua pada Juli lalu.

“Namun sayangnya, terdapat lima provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus positif tertinggi jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya,” kata Wiku saat konferensi pers, dikutip pada Rabu (10/11).

Kenaikan kasus positif tertinggi tersebut terjadi di Papua Barat yang naik 100 kasus, DIY naik 77 kasus, DKI Jakarta naik 46 kasus, Sulawesi Tenggara naik 7 kasus, dan Kepulauan Bangka Belitung naik 5 kasus.

Wiku mengatakan, meskipun kenaikan yang terjadi cukup sedikit, namun angka ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, ia pun meminta seluruh gubernur dari kelima provinsi tersebut agar segera berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mengantisipasi kenaikan kasus di pekan berikutnya serta meningkatkan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Seiring penurunan kasus positif, angka kasus kematian juga terus menunjukan penurunan. Bahkan, dari catatan Satgas, penurunan angka kematian di minggu ini lebih rendah dari penurunan angka kasus positif yakni sebesar 31,7 persen.

Namun masih ada lima provinsi yang mencatatkan kenaikan angka kematian di pekan ini. Yakni Sulawesi Utara yang naik 5 kematian, Sumatera Barat naik 3 kasus, Sulawesi Selatan naik 2 kasus, Riau naik 2 kasus, dan Kalimantan Barat naik 1 kematian.

“Sekali lagi, jumlah ini mungkin bisa dikatakan sangat sedikit, tidak lebih dari 5 orang meninggal dalam satu minggu. Namun, kita harus tetap menyadari, bahwa satu nyawa pun terhitung sangat berharga,” kata Wiku.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini