Takut ISIS, Amerika Ternyata Berlindung pada Taliban di Afghanistan karena...

Takut ISIS, Amerika Ternyata Berlindung pada Taliban di Afghanistan karena... Kredit Foto: Reuters

Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan peningkatan serangan teror oleh ISIS dan afiliasinya di Afghanistan. Washington pun prihatin dengan bertahannya kelompok al-Qaeda di negara tersebut.

“(AS) khawatir tentang peningkatan serangan ISIS-Khorasan dan kami ingin Taliban berhasil melawan mereka. Perihal kelompok (militan) lain, lihat, al-Qaeda terus memiliki kehadiran di sana yang sangat kami khawatirkan,” kata Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Tom West pada Senin (8/11).

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Taliban Siap Kunjungi Pakistan dan Bawa Agenda Ini

Terkait kehadiran diplomatik AS di Afghanistan, West mengungkapkan Washington belum berencana membuka kembali kedutaan besarnya di Kabul. Sebelum mengkaji opsi tersebut, AS ingin melihat catatan perilaku Taliban yang bertanggung jawab.

West dijadwalkan melakukan perjalanan ke Pakistan, India, dan Rusia untuk membahas perkembangan situasi di Afghanistan. Dia menyebut AS pun sedang mempersiapkan pembicaraan dengan Taliban di Doha, Qatar. Namun West belum mengungkap kapan pembicaraan tersebut bakal berlangsung.

Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu, ISIS telah melancarkan serangkaian serangan teror. Aksi pertama terjadi pada 26 Agustus yakni ketika AS sedang mengevakuasi warganya dan penduduk Afghanistan berisiko di bandara Kabul. ISIS-Khorasan melancarkan serangan bom bunuh diri. Lebih dari 180 orang tewas dalam insiden tersebut.

ISIS-Khorasan pun sempat menyerang masjid, termasuk masjid kelompok Syiah. Aksi penyerangan terbaru terjadi pada 2 Oktober lalu. Anggota ISIS-Khorasan mengebom dan menyerang Rumah Sakit Sardar Daud Khan di Kabul. Sedikitnya 19 orang tewas, termasuk seorang komandan militer senior Taliban, Maulvi Hamdullah Mokhlis.

Taliban sempat menyangkal adanya basis ISIS dan al-Qaeda di Afghanistan. “ISIS yang ada di Irak dan Suriah tidak ada di sini. Namun, beberapa orang yang mungkin adalah warga Afghanistan kita sendiri telah mengadopsi mentalitas ISIS yang merupakan fenomena yang tidak didukung oleh rakyat,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada akhir September lalu.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini