Ngabalin Mati-matian Bela Luhut yang Diduga Bisnis PCR, Tokoh Papua: Otak Sungsang!

Ngabalin Mati-matian Bela Luhut yang Diduga Bisnis PCR, Tokoh Papua: Otak Sungsang! Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Pegiat media sosial asal Papua, Christ Wamea memberikan pernyataan menohok kepada Ali Ngabalin yang membantah tuduhan atas Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir.

Melalui laman Twitter pribadinya, Christ Wamea secara terang-terangan menyindir pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) tersebut.

Luhut sdh ngaku bhw ikut berbisnis tp tdk ambil untung lalu si otak sungsang ini bilang itu fitnah,” cuitnya Jumat (5/11/ 2021).

Baca Juga: Luhut Diduga Terlibat Bisnis PCR, Anak Buah Megawati Pasang Badan

Pernyataan menohok ini dilontarkan Christ lantaran Ali Ngabalin mengatakan jika isu yang berhembus terkait keterlibatan Luhut dan Erick dalam Bisnis PCR adalah fitnah dari orang-orang yang iri dengan keduanya.

Saya sudah konfirmasi ke Pak Luhut dan Pak Erick tidak benar dan fitnah dari orang yang iri kepada beliau berdua,” ucap Ali Ngabalin dalam Twitter pribadinya pada 3 November lalu.

Christ Wamea pun merasa ada perbedaan yang dikeluarkan Ali Ngabalin dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, Luhut telah mengaku jika ikut terlibat dalam bisnis PCR tapi tidak ambil untung. 

Sementara itu Ali mengatakan jika isu tersebut hanya sekedar fitnah. Christ pun menambahkan jika Ali Ngabalin harusnya tidak bekerja di istana.

Manusia model begini kok dipake istana,” pungkas Christ dalam cuitannya.

Diketahui, nama Luhut Binsar Pandjaitan dan juga Erick Thohir disebut sebagai pejabat yang ikut meraup keuntungan dalam Bisnis tes PCR selama pandemi.

Terdapat saham Luhut di sana lewat PT Tobas Sejahtera, sedangkan Erick Thohir masuk melalui sang kakak Boy Thohir lewat PT Adari Bangun Negeri–yayasan afiliasi dari Adaro Energi.

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini