Orang Ini Paling Cocok Jadi Jubir Gantikan Fadjroel Rachman: Berani Pasang Badan Buat Jokowi!

Orang Ini Paling Cocok Jadi Jubir Gantikan Fadjroel Rachman: Berani Pasang Badan Buat Jokowi! Kredit Foto: Freepik

Lowongnya posisi Juru Bicara Presiden selepas ditinggal Fadjroel Rachman yang ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Kazakhstan, ramai dibicarakan. 

Beberapa pihak, bahkan gamblang menyodorkan nama-nama dari berbagai macam background yang dinilai potensial. Ada pakar politik, komunikolog, politisi, eksekutif di lingkungan Istana, hingga jajaran legislatif. 

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, mengatakan bahwa yang paling tepat menduduki posisi jubir adalah sosok yang berani pasang badan untuk Presiden. Baca Juga: Ganjar dan Puan Punya Peluang! Anies Jangan Harap Dapat Dukungan Jokowi di Pilpres 2024

Dia pun mencontohkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

"Paling cocok ya Ngabalin. PR buat Ngabalin, paling ya mengurangi diksi-diksi yang berujung polemik," kata Adib kepada RM.id, Sabtu (30/10). Baca Juga: Pedas! Partai Demokrat Sindir Pedas: Jubir Presiden Jangan Sekadar Lip Service

Menurutnya, selama ini Ngabalin sudah lebih condong ke posisi Jubir Presiden. Ngalahin Fadjroel, yang cuma aktif di media sosial.

"Saya kira, tokoh-tokoh seperti Ngabalin malah cocok. Tapi memang, dia punya kelemahan pada diksi. Narasi yang harusnya tidak terlalu polemik, gitu ya," jelas Adib.

Dia yakin, kalau Ngabalin bisa mengevaluasinya, posisi jubir tidak akan kosong. Apalagi Ngabalin punya background lengkap.

Pernah mencicipi kursi DPR, mengerti soal intensitas kepresidenan dengan eksekutif, yudikatif, dan juga masyarakat.

"Saya kira malah cocok yang model seperti itu (Ali Ngabalin). Sekarang ini tinggal bagaimana Ngabalin bisa meredam (narasi) buruknya. Saya kira, dia cocok karena pengalamannya sudah lengkap," ucap dosen Fisip Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang itu.

Namun, Adib tak menutup kemungkinan, seluruh nama-nama yang muncul berpeluang menjadi suksesor Fadjroel.

"Selama ini, banyak kebijakan pemerintah yang tidak tersampaikan dengan baik sehingga literasi masyarakat di bawah ini sering rancu. Tidak memahami secara utuh kebijakan Presiden Jokowi. Padahal, banyak yang baik. Ini yang jadi masalah," beber Adib.

Sampai saat ini, pihak Istana menyatakan belum ada arahan Presiden Jokowi untuk penunjukan juru bicara baru. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini