Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penting! Harap Lebih Waspada, Berikut Orang yang Berisiko Terkena Kanker Payudara, Anda Termasuk?

Penting! Harap Lebih Waspada, Berikut Orang yang Berisiko Terkena Kanker Payudara, Anda Termasuk? Kredit Foto: Pexels/Miguel Á. Padriñán
Warta Ekonomi -

Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang serius di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kanker payudara bisa menjangkiti siapa pun dengan beberapa faktor risiko.

Lalu, sebenarnya siapa sajakah yang memiliki risiko mengalami kanker payudara? Menurut dokter spesialis penyakit Prof Dr dr Ami Ashari SpPD-KHOM Finasim, secara keseluruhan, perempuan yang memacu penambahan hormon estrogen berisiko mengalami kanker payudara.

Baca Juga: Penting untuk Perawatan Diabetes, Sampai Kapan Penderita Diabetes Harus Suntik Insulin? Ternyata…

"Risiko menjadi besar dan berkali-kali lipat jika seseorang berusia di atas 50 tahun, pernah menderita kanker sebelumnya, keluarganya pernah menderita kanker payudara, misalnya kakak, atau adik, atau ibu," ujar Ami dalam webinar Yayasan Kanker Indonesia (YKI), ditulis Selasa (26/10).

Kelompok orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara. Risikonya bisa empat kali lipat.

Meski begitu, tak semua penderita kanker payudara yang ditemui Ami memiliki faktor risiko tersebut. Menurutnya, ada faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara satu hingga dua kali, misalnya, perempuan yang mengalami menstruasi di usia yang terlalu dini.

Baca Juga: Waduh… Diabetes Ternyata Punya Hubungan dengan Asam Urat, Kok Bisa?

"Mereka yang mengalami menstruasi pada usia di bawah 12 tahun, punya risiko satu hingga dua kali mengidap kanker payudara karena memiliki kontak estrogen yang lebih sering," kata Ami.

Selain itu, perempuan yang memiliki keputusan untuk memiliki bayi pada usia 35 tahun juga berisiko satu hingga dua kali lebih tinggi terkena kanker payudara. Mereka yang memiliki bayi, namun tidak menyusui secara rutin juga punya tingkat risiko serupa.

Baca Juga: Apakah Benar Suntik Insulin Dapat Merusak Ginjal? Ternyata Oh Ternyata…

"Ada juga punya gaya hidup yang jelek, misalnya suka makan makanan yang berlemak tinggi yang memproduksi estrogen, meningkatkan risiko tinggi terkena kanker payudara. Lalu, pemakaian obat-obat hormonal seperti KB juga berisiko, namun pada jangka panjang," jelas Ami.

Kanker payudara juga bisa muncul pada perempuan yang telah menopause yang mengonsumsi obat-obatan hormonal estrogen tinggi. Kegiatan lain seperti merokok, alkohol, dan obesitas dengan usia lebih dari 50 tahun juga lebih berisiko kanker payudara

"Karena pada usia itu, kecenderungan untuk membentuk estrogen itu lebih tinggi yang kemudian berisiko menjadi kanker payudara," jelas dia.

Baca Juga: Bikin Ngeri! Hanya Butuh 3 Hari Tidak Aktif Bergerak Anda Mengambil Satu Langkah Menuju Diabetes

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan