Risiko Besar, Dokter: Jangan Melakukan Swab Sendiri

Risiko Besar, Dokter: Jangan Melakukan Swab Sendiri Kredit Foto: Antara/Arnas Padda

Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan tes usap antigen tanpa bantuan tenaga profesional atau ahli. Pasalnya hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19.

"Risiko penularannya sangat besar karena tidak tahu cara atau teknik pengambilan sampel usap yang benar seperti apa," kata dokter mikrobiologi di Klinik RSUD dr IskakTulungagung, Jawa Timur, dr Rendra Bramanthi Sp. MK(K) Tulungagung, belum lama ini.

Baca Juga: Penting! Mari Mengetahui Risiko Koma Diabetes Agar Anda Bisa Lebih Waspada

Menurut Rendra, selain tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai teknik pengambilan sampel dengan cara usap (swab), tidak ada alat pelindung diri (APD) yang memadai juga akan menimbulkan risiko. Sebab, ukuran virus yang sangat kecil sehingga sulit untuk dilihat tanpa bantuan alat.

Tak hanya berisiko penularan, melakukan tes usap antigen sendiri juga akan berisiko mengalami komplikasi karena masing-masing orang memiliki struktur hidung yang tidak sama. Tentu hal ini membuat rongga hidung memiliki kelebaran yang tidak sama.

"Ketika melakukan swab dan tidak mengetahui struktur rongga hidung, bisa jadi mengakibatkan luka dan berpotensi komplikasi," ujarnya.

Beberapa bahaya lain yang kemungkinan dapat terjadi ketika melakukan swab sendiri adalah ujung tangkai yang digunakan untuk melakukan swab patah dan akan berakibat pendarahan yang fatal. Untuk itu pastikan untuk melakukan swab di fasyankes-fasyankes yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca Juga: Kentang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes, Eitss… Kata Siapa? Anda Harus Pahami Dulu Hal Ini

Imbauan itu didengungkan dokter Rendra berikut jajaran tenaga medis lain karena saat ini banyak warga yang tanpa mengetahui protokol kesehatan, melakukan tes usap (swab) mandiri. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan akan rapid test antigen untuk berbagai keperluan, sehingga permintaan alat rapid tes (RT) antigen juga terus meningkat.

Imbasnya, jual-beli alat antigen di pasaran semakin marak. Beberapa bahkan menawarkan harga satu set alat antigen lebih murah dibandingkan harus melakukan pemeriksaan antigen ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Meskipun harga alat antigen lebih murah, namun tidak dianjurkan untuk melakukan tes usap secara mandiri, tanpa bantuan tenaga profesional.

Baca Juga: Penderita Diabetes Makan Daging? Hmm, Penting! Pahami Dulu Tentang Hal Ini

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini