Di KTT ASEAN, Pemimpin Asia Tenggara Satu Suara Menegur Jenderal Kudeta Myanmar Begini

Di KTT ASEAN, Pemimpin Asia Tenggara Satu Suara Menegur Jenderal Kudeta Myanmar Begini Kredit Foto: AP Photo

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah memutuskan untuk mengesampingkan kepala junta Min Aung Hlaing. Itu karena kegagalannya menghentikan permusuhan, mengizinkan akses kemanusiaan dan memulai dialog, sebagaimana disepakati dengan ASEAN.

Keputusan itu merupakan teguran keras bagi militer Myanmar dan langkah berani yang langka oleh blok regional yang dikenal dengan kode konsensus, non-intervensi, dan keterlibatannya.

Baca Juga: Siap-siap! Biden Bakal Guyur Dana Fantastis Rp1,44 Triliun buat ASEAN, Ini Rinciannya

"Hari ini, ASEAN tidak mengeluarkan Myanmar dari kerangka ASEAN. Myanmar mengabaikan haknya," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang akan menjadi ketua kelompok itu tahun depan.

"Sekarang kita berada dalam situasi ASEAN minus satu. Bukan karena ASEAN, tapi karena Myanmar," imbuhnya.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan ASEAN telah menyiapkan slot untuk Myanmar, tetapi memilih untuk tidak bergabung.

Myanmar mengatakan ketidakhadirannya "karena penolakan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan atau perwakilan tingkat Menterinya." Sebuah pernyataan kementerian luar negeri mengatakan "tidak bermaksud untuk menunjukkan protesnya terhadap ASEAN atau untuk memboikot ASEAN."

Berbicara kepada para pemimpin, Presiden Indonesia Joko Widodo menyesalkan “sikap yang tidak disukai” Myanmar terhadap upaya diplomatik ASEAN, kata Retno.

"Penting bagi kita untuk menghormati prinsip non-intervensi. Tapi di sisi lain, kita berkewajiban untuk menegakkan prinsip-prinsip lain ... seperti demokrasi, pemerintahan yang baik, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pemerintahan yang konstitusional," katanya, mengutip presiden.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini