Mengulik Serba-Serbi Herd Immunity Covid-19

Mengulik Serba-Serbi Herd Immunity Covid-19 Kredit Foto: Antara/Umarul Faruq

Herd immunity menjadi salah satu target yang dicanangkan oleh pemerintah melalui vaksinasi Covid-19. Lantas, apa sebenarnya herd immunity itu?

World Health Organization (WHO) menyebut bahwa herd immunity atau dikenal juga dengan istilah kekebalan populasi merupakan konsep yang digunakan untuk imunisasi. Herd immunity berarti, suatu populasi dapat terlindung dari virus tertentu jika ambang cakupan imunisasi tercapai. Kekebalan kelompok dapat dicapai dengan cara melindungi orang dari virus, bukan dengan cara memaparkan orang terhadap virus tersebut.  Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ayo Vaksinasi dan Jangan Lengah!

Dalam hal ini, melindungi seseorang dari virus dilakukan melalui vaksinasi Covid-19. Diketahui, vaksin berperan dalam melatih sistem imun untuk menciptakan protein yang dapat melawan penyakit (antibodi). Melalui vaksin, orang yang telah diimunisasi dapat terlindungi dari penyakit tertentu dan tidak dapat menyebarkan penyakit tersebut ke orang lain sehingga rantai penularan pun dapar terputus. Baca Juga: Menuju Endemi Covid-19, Indonesia Lindungi Kesehatan Masyarakat Hulu ke Hilir

Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengungkapkan bahwa karakteristik virus Covid1-9 sejatinya sangat mudah menular. Oleh sebab itu, dibutuhkan paling sedikit 60% hingga 70% dati populasi tervaksinasi Covid-19 sehingga kekebalan kelompok dapat tercipta dan memutus rantai penularan virus.

"Karena dengan vaksin kita bisa mencapai imunitas dan herd immunity dengan aman. Sedangkan melalui infeksi alami akan membutuhkan biaya dan manusia yang banyak. Dan tentu saja, pilihan yang lebih baik adalah melakukannya melalui vaksin," pungkasnya dilansir pada Minggu, 24 Oktober 2021.

Ia menambahkan, upaya yang harus dilakukan saat ini ialah memperlambat penularan virus Covid-19 kemudian mengendalikan dan menahannya dengan langkah-langkah sosial. Jaga jarak fisik, memakai masker, hingga rajin cuci tangan adalah beberapa perilaku yang dapatv dilakukan untuk memaksimalkan upaya menekan penularan. Indonesia pun telah menerapkan hal serupa melalui program 5M protokol kesehatan yang sejak awal dilakukan oleh masyarakat.

"Memang kerja keras yang sulit untuk diterapkan, tetapi layak dilakukan karena dengan begitu bisa menyelamatkan nyawa sampai saat kita memiliki obat-obatan yang lebih efektif untuk mengobati penyakit ini dan, tentu saja, vaksin yang aman dan efektif," tegasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini