Pilpres 2024: Pengamat Menyebut Capres Boneka Akan Muncul, Ternyata...

Pilpres 2024: Pengamat Menyebut Capres Boneka Akan Muncul, Ternyata... Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai calon presiden boneka akan muncul pada Pilpres 2024.

Sebab, Ujang Komarudin menurutnya elite-elite berupaya untuk menutupi boroknya pemerintahan hari ini.

"Besar kemungkinan capres boneka ini ada," ujar Ujang Komarudin dalam diskusi virtual, Jumat (22/10).

Baca Juga: Bantah Kritik Anies Baswedan Tak Layak Jadi Pemimpin, Relawan Anies: Mereka Itu Pendusta

Dirinya lantas membeberkan beberapa permasalahan dan faktor yang akan memunculkan capres boneka tersebut.

"Pertama, kekuasaan atau pemerintahan Jokowi tidak sendirian. Banyak di belakangnya yang bermasalah dalam konteks hukum dan korupsi," katanya.

Menurutnya, presiden baru yang tidak mengikuti keinginan oligarki warisan rezim Jokowi ini akan melakukan manuver untuk membersihkan rezim baru yang akan terbentuk.

"Kalau presidennya ini bersih, oligarki pasti akan disikat. Dicari-cari agar bisa ditangkap lewat instrumen hukum. Baik lewat KPK, kejaksaan, atau kepolisian," ungkap Ujang Komarudin.

Baca Juga: Terungkap Sudah! Duh... Peluang Gatot Nurmantyo di 2024 Mengejutkan, Ternyata...

Bukan tanpa alasan, menurutnya, presiden bersih yang tidak bisa dipegang oleh oligarki akan menggunakan alat hukum di Indonesia sebagai instrumen untuk menekan lawan politiknya.

"Nantinya, banyak pejabat sebelumnya yang akan dibalas oleh presiden baru bukan boneka ini, jika memiliki dosa politik," jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, presiden boneka ini sangat memungkinkan ada untuk menjaga dan mengamankan oligarkinya.

"Karena pemerintahan yang lama berusaha untuk mengamankan kasus hukum, politik, dan kebijakan-kebijakannya. Pasti hal itu akan dilakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Lengkap! Ini Analisis Peluang Beberapa Mantan TNI yang Potensial di 2024, Wah Nasib Mas AHY...

Berangkat dari premis tersebut, menurut Ujang Komarudin, setiap pemerintahan akan memastikan agar presiden selanjutnya bisa disetir.(*)

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini