Menggenjot Imunisasi di Tengah Tantangan Pandemi Covid

Menggenjot Imunisasi di Tengah Tantangan Pandemi Covid Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Selama masa pandemi Covid-19, angka imunisasi di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) mengalami penurunan hingga 56,9%.

Hal ini sangat disayangkan mengingat imunisasi dasar yang lengkap berperan dalam memberi perlindungan anak dari risiko terpapar Covid-19 maupun penyakit KLB PD3I (Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi).

Menyikapi kondisi tersebut GlaxoSmithKline (GSK) sebagai perusahaan perawatan kesehatan global dengan teknologi sains terdepan terus melakukan edukasi terkait pentingnya imunisasi.

“Di masa pandemi seperti saat ini, penting untuk terus melakukan edukasi mengenai pentingnya imunisasi serta meyakinkan parents untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya dengan tetap memperhatikan prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujar GSK Vaccine Medical Director, dr. Deliana Permatasari.

Terkait PPI, Kementerian Kesehatan dan IDAI telah mengeluarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada masa pandemi Covid-19 agar fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tetap melayani imunisasi anak di tengah pandemi.

Empat panduan yang terpenting adalah pertama prinsip jaga jarak fisik, kedua pemberlakuan sistem triase (memisahkan anak yang imunisasi dengan anak yang berobat karena sakit), ketiga pengaturan jam kedatangan untuk mencegah kerumunan pasien, dan keempat sosialisasi bagi orang tua dan anak untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker di luar rumah.

Dengan adanya empat panduan untuk mendukung imunisasi yang aman, parents dapat kembali melakukan imunisasi yang mungkin terlewatkan atau dibutuhkan oleh anak-anak kita.

“Memberikan imunisasi lengkap pada bayi dan anak tidak hanya melindungi si anak dari penyakit tertentu tetapi juga membantu tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity). Semakin banyak jumlah anak yang diimunisasi, semakin tinggi pula cakupan imunisasi sehingga anak-anak yang tidak mendapat imunisasi akan tetap terlindungi,” tutur dr. Deliana.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini