Habis Biden Bilang Amerika Siap Bela Taiwan dari Serangan, China Katakan Tidak Ada...

Habis Biden Bilang Amerika Siap Bela Taiwan dari Serangan, China Katakan Tidak Ada... Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic

Setelah Presiden Joe Biden mengatakan akan membela Taiwan dari serangan China, Kementerian Luar Negeri China balas mengatakan "tidak ada ruang untuk kompromi" atas klaim teritorialnya di pulau itu.

Perdagangan duri terbaru antara AS dan China atas Taiwan terjadi hanya beberapa minggu setelah China memanfaatkan penarikan AS dari Afghanistan untuk meningkatkan propagandanya melawan Taiwan. Sejak itu, China menjadi semakin agresif dalam serangannya ke wilayah udara Taiwan.

Baca Juga: Amerika Tidak Sendiri Mendukung Taiwan, Ini 5 Negara yang Juga Vokal Beri Sokongan

“China, Rusia, dan seluruh dunia tahu bahwa kita memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia. Jangan khawatir tentang apakah kita akan melakukannya –mereka akan menjadi lebih kuat,” kata Biden, melansir Fox News, Jumat (22/10/2021).

"Yang harus Anda khawatirkan adalah apakah mereka akan terlibat dalam aktivitas yang akan menempatkan mereka pada posisi di mana mereka mungkin membuat kesalahan serius," tambahnya.

Lebih lanjut didorong tentang apakah AS akan membela Taiwan dari serangan China, Biden menambahkan, "Ya. Ya, kami memiliki komitmen untuk melakukan itu."

Seorang juru bicara kementerian luar negeri China menanggapi komentar itu pada Jumat pagi melalui Global Times yang berafiliasi dengan negara China.

"Tidak ada yang boleh meremehkan tekad, tekad, dan kemampuan kuat rakyat China untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," kata juru bicara itu, menurut corong rezim komunis brutal.

"China tidak memiliki ruang untuk kompromi," ujar dia.

Global Times menambahkan bahwa kementerian luar negeri China mengatakan kepada AS untuk "berhati-hati dalam kata-kata dan perbuatan" dan untuk "menahan diri dari mengirimkan sinyal yang salah kepada separatis."

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada Fox News setelah balai kota bahwa Biden "tidak mengumumkan perubahan apa pun dalam kebijakan kami dan tidak ada perubahan dalam kebijakan kami."

"Hubungan pertahanan AS dengan Taiwan dipandu oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan," kata juru bicara itu.

"Kami akan menjunjung tinggi komitmen kami di bawah Undang-Undang, kami akan terus mendukung pertahanan diri Taiwan, dan kami akan terus menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo."

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini