Alasan Mengapa Indonesia Harus Merangkul AUKUS

Alasan Mengapa Indonesia Harus Merangkul AUKUS Kredit Foto: Twitter/SecBlinken

Pengumuman AUKUS —pakta keamanan trilateral antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat— memicu kekhawatiran atas meningkatnya persaingan di seluruh Indo-Pasifik.

Canberra sekarang berusaha menghilangkan kecurigaan di Indonesia, mitra strategis utama, atas komitmennya terhadap perdamaian regional. Namun Indonesia harus melihat AUKUS secara introspektif dan menyadari peluang yang diberikannya.

Baca Juga: Menteri Angkatan Bersenjata Inggris: Kontroversi atas Pakta AUKUS Berlebihan

Menurut Arrizal Jaknanihan, yang menuliskan opininya di laman East Asia Forum, AUKUS mengungkapkan gejala keragu-raguan ASEAN yang masih ada dan ketidakmampuan Indonesia untuk mengatasi konflik di kawasan, dan telah menimbulkan tanggapan beragam dari anggota ASEAN.

Indonesia dan Malaysia menyatakan keprihatinan mendalam atas potensi perlombaan senjata menyusul rencana pembangunan delapan kapal selam bertenaga nuklir di Australia. Singapura dan Filipina lebih sadar dalam tanggapan mereka, menyatakan bahwa kemitraan dapat berkontribusi pada stabilitas regional.

Ketidakmampuan untuk menciptakan sinyal suara bulat ke Jakarta bahwa ASEAN—ciri khas diplomasi Indonesia—hampir tidak menjadi front yang bersatu ketika menghadapi tantangan kolektif. Vietnam dan keheningan anggota lainnya, dalam konteks ini, memekakkan telinga.

Ketakutan Indonesia itu wajar. Asia Tenggara berada di garis depan langsung dari dampak geopolitik AUKUS. Setiap konflik dengan China akan menempatkan Indonesia di tengah. Lebih buruk lagi, ketegangan regional berisiko meninggalkan Indonesia sebagai 'penonton strategis'.

Tapi AUKUS harus dimasukkan ke dalam perspektif. Inisiatif ini perlu diperlakukan sebagai opsi minilateral, daripada pengaturan yang sengaja dibuat untuk membuang sentralitas ASEAN. Ini adalah konsekuensi logis dari ketidakmampuan ASEAN menjembatani pihak-pihak yang bersaing di kawasan.

Sebagaimana dinyatakan oleh mantan menteri luar negeri Indonesia Marty Natalegawa, 'AUKUS adalah pengingat bagi ASEAN akan biaya keragu-raguan dan keragu-raguannya terhadap lingkungan geopolitik yang kompleks dan berkembang pesat'.

Inti dari kebijakan luar negeri Indonesia yang 'bebas dan aktif' adalah otonomi strategis —jumlah gerakan yang dimiliki Jakarta. Ini tidak dapat dicapai dengan hanya mengandalkan ASEAN, yang mekanismenya semakin tidak tepat untuk menjaga persahabatan di antara para mitranya.

Sementara mengungkapkan keprihatinan diperlukan untuk meredakan ketegangan, secara pribadi sektor keamanan Jakarta mungkin lega karena AUKUS memberikan pengaruh kawasan terhadap China. Bukan dengan memasok teknologi militer mutakhir semata, tetapi dari komitmen yang disuarakan oleh kekuatan eksternal untuk keamanan regional.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini