Tinggi Anak Hanya Dipengaruhi oleh Genetika? Dokter Bilang...

Tinggi Anak Hanya Dipengaruhi oleh Genetika? Dokter Bilang... Kredit Foto: Antara/Dedhez Anggara

Pada masa kanak-kanak, pertumbuhan terjadi secara sangat cepat. Periode ini merupakan masa di mana asupan nutrisi yang tepat menjadi begitu penting. 

Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Dr dr Lanny C, Gultom, Sp.A(K), mengatakan under nutrition atau kekurangan nutrisi adalah masalah umum secara global yang dapat memberi dampak kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang. Di Indonesia, ada lebih dari satu dari setiap empat anak mengalami stunting akibat kekurangan nutrisi. 

Baca Juga: Nggak Nyangka! Kembang Kol Ternyata Bermanfaat untuk Penderita Diabetes, Kok Bisa?

“Tidak seperti anggapan pada umumnya, pengaruh genetika terhadap tinggi badan mulai dari bayi hingga usia balita sangat kecil. Nutrisi dan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olahraga berperan jauh lebih besar,” kata Lanny dalam peluncuran formula baru Pediasure, beberapa waktu lalu.

Kekurangan nutrisi meliputi berbagai permasalahan dalam pertumbuhan anak. Hal itu seperti, berat badan kurang atau underweight, tengkes atau stunting, wasting atau berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan.

Kemudian ada masalah defisiensi mikronutrisi. Jika tidak segera ditangani pada usia dini, kondisi ini dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. Oleh sebab itu, intervensi pada rentang usia dini harus segera dilakukan. Hal itu untuk mencegah pertumbuhan yang terhambat, daya tahan tubuh yang rendah, dan perkembangan kognitif yang tidak optimal di masa depan.

Baca Juga: Penelitian Mengungkapkan Jenis Kopi Ini Bisa Bantu Cegah Sakit Jantung

“Kekurangan nutrisi dapat terjadi di semua anak. Bagaimanapun kondisi sosioekonomi dan geografi mereka, penting bagi orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak mereka,” ujar Lanny. 

Situasi pandemi saat ini juga telah membuat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan lebih terbatas bagi para orang tua. Butuh dukungan secara konsisten dalam hal pemenuhan nutrisi anak. 

Abbott berusaha menyediakan berbagai sumber informasi dan penunjang bagi para orang tua, guru, dan penyedia jasa kesehatan, di antaranya, GrowthPedia, rangkaian webinar, hingga pelatihan daring. 

Baca Juga: Waduh! Enak dan Manis, Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Buah Melon? Ternyata Oh Ternyata…

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini