Nggak Nyangka! Kembang Kol Ternyata Bermanfaat untuk Penderita Diabetes, Kok Bisa?

Nggak Nyangka! Kembang Kol Ternyata Bermanfaat untuk Penderita Diabetes, Kok Bisa? Kredit Foto: Republika

Kembang kol adalah sayuran yang memiliki manfaat besar bagi tubuh, terutama untuk para penyandang diabetes dan penderita masalah kolesterol. Hal Ini karena kandungan seratnya yang tinggi, yang membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan bermanfaat untuk mengontrol glukosa darah dengan baik. 

Namun selain menjadi makanan ideal untuk menurunkan kadar glukosa darah, kembang kol merupakan makanan yang memiliki khasiat penting bagi kesehatan tubuh. Antara lain, memiliki kandungan kalori yang rendah dan cocok untuk diet penurunan berat badan. 

Baca Juga: Penting! Tidak Semua Bahan Makanan Sehat Aman untuk Kondisi Diabetes, Anda Harus Mewaspadai...

Di sisi lain, kembang kol adalah sayuran dengan sifat diuretik dan depuratif, berkat jumlah air dan kalium dalam komposisinya. Selain itu sayuran ini juga memiliki kandungan natrium yang rendah. 

Dilansir dari laman Tododisca, Rabu (20/10), orang dengan diabetes cenderung mengumpulkan banyak kadar glukosa dalam darah, karena hormon insulin yang kurang berfungsi atau bahkan tidak berproduksi baik. Insulin merupakan zat yang bertanggung jawab untuk mengatur kadar glikemia.

Oleh karena itu penderita diabetes harus mengontrol pola makannya untuk menghindari asupan produk yang secara cepat meningkatkan kadar glukosa darah. Dengan demikian, kembang kol selain menjadi makanan dengan kekuatan antioksidan dan manfaat kesehatan yang besar lainnya, juga cocok untuk menurunkan kadar glukosa darah.

Baca Juga: Waduh! Enak dan Manis, Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Buah Melon? Ternyata Oh Ternyata…

Ketika seseorang memiliki kadar glukosa darah yang terlalu tinggi, itu disebut hiperglikemia, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan hingga kerusakan organ tubuh. Dalam hal ini, hiperglikemia dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, yang bertanggung jawab untuk mengangkut darah ke organ vital. Oleh karena itu, dapat menyebabkan masalah jantung, penyakit ginjal, stroke atau bahkan gangguan penglihatan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini