Cuma Anak Buahnya Putin yang Berunding soal Afghanistan, Amerika Kabur Duluan!

Cuma Anak Buahnya Putin yang Berunding soal Afghanistan, Amerika Kabur Duluan! Kredit Foto: TASS/Russian Presidential Press and Information Office/Alexei Druzhinin

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat  (AS) mengatakan Washington tidak akan ikut dalam pertemuan internasional yang akan membahas Afghanistan di Rusia pekan ini karena masalah logistik. Tapi terbuka untuk berpartisipasi di masa depan.

Pekan lalu perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin mengatakan pertemuan yang digelar Rabu (20/10/2021) besok akan dihadiri pejabat Taliban, China dan Pakistan. Meski tidak hadir AS mengatakan pertemuan tersebut sebagai forum produktif.

Baca Juga: Afghanistan Perlu Direkonstruksi, Taliban Minta Turki Jangan Cuma Diam Lihat Kondisi

"Kami tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan Moskow, Troika plus forum yang kontruktif, efektif, kami menantikan terlibat dalam forum itu di masa mendatang tapi kami tidak dalam posisi itu pekan ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, Rabu (19/10/2021).

"Sudah pernah efektif di masa lalu, hanya kesulitan logistik bagi kami untuk ambil bagian pada pekan ini," tambahnya.

Saat ditanya apakah AS mendukung proses itu Price menjawab 'kami mendukung'. Moskow menggelar konferensi mengenai Afghanistan pada bulan Maret lalu bersama AS, China dan Pakistan.

Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan gabungan yang meminta berbagai pihak di Afghanistan saat itu untuk mencapai perdamaian melalui kesepakatan dan menghentikan kekerasan.

Beberapa bulan kemudian AS dan sekutu-sekutunya menarik pasukan mereka dari Afghanistan setelah berperang di negara itu selama 20 tahun.

Tidak lama kemudian pemerintah yang diakui masyarakat internasional ambruk. Lalu Taliban merebut kekuasaan.

AS dan negara-negara Barat lainnya berhadapan dengan pilihan yang sulit saat krisis kemanusiaan di Afghanistan kian memburuk.

Mereka mencoba memformulasikan cara bagaimana terlibat dengan Taliban untuk memastikan bantuan kemanusian terus mengalir ke negara itu tapi tanpa mengakui legitimasi mereka.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini