Pendukung Ganjar Pranowo Disebut Celeng, PDIP Gerah dengan Ucapan Bambang Pacul

Pendukung Ganjar Pranowo Disebut Celeng, PDIP Gerah dengan Ucapan Bambang Pacul Kredit Foto: GenPI

Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun mengatakan bahwa ucapan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul bikin gerah partai moncong putih.

Pasalnya, ucapang Ketua Bappilu PDIP itu menyebut kader yang deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo dengan sebutan celeng.

Baca Juga: Tegas! Politikus PDIP Sebut Rocky Gerung Dangkal Pikirannya

"Kita paham dia (Albertus) ada ketersinggungan soal bahasa celeng. Ya sudah harus dipisahkan antara ketersinggungan sesama kader dengan kepentingan partai yang lebih besar," ujar Komaruddin kepada wartawan, Sabtu (16/10).

Komaruddin mengingatkan semua kader di semua tingkatan agar disiplin. Termasuk, disiplin berbicara supaya tidak ada ketersinggungan antarkader PDIP.

"Tertib disiplin itu termasuk dalam hal berbicara di meja, supaya jangan terjadi ketersinggungan antara kader satu sama yang lain. Makanya, ini hanya soal salah paham saja," ungkapnya.

Terkait deklarasi dukungan capres kepada Ganjar, Komarudin memastikan Albertus tidak dikenakan sanksi. Hanya saja, dia diingatkan untuk mengikuti keputusan Kongres bahwa keputusan mengenai capres-cawapres berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Belum beri sanksi, masih diingatkan kembali saja. Kembali keputusan kongres yang kita buat bersama-sama, keputusan kongres itu kan keputusan tertinggi partai," pungkasnya.

Seperti diketahui, dukungan dari kader PDIP untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus muncul. Setelah mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, kini disusul oleh Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo Albertus Sumbago.

Mereka sejalan dengan kader-kader yang dianggap Celeng lantaran mendukung Ganjar Pranowo, meskipun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum bersikap.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini