Ngeri! Bakal Ada Pembalasan yang keras untuk Israel, Siap-siap...

Ngeri! Bakal Ada Pembalasan yang keras untuk Israel, Siap-siap... Kredit Foto: GenPI

Kelompok gabungan Korps Pengawal Revolusi Islam, Hizbullah dan rezim Assad pada Kamis (14/10) memperingatkan memberi pembalasan yang keras terhadap Israel.

Ancaman tersebut menyusul  sejumlah pasukan Suriah dan yang didukung Iran tewas dan terluka dalam serangan udara Israel yang diduga dekat Palmyra di Suriah tengah pada Rabu (13/10) malam.

Baca Juga: Melimpahnya Teknologi Angkatan Laut Israel Mungkin Bisa Kocar-kacirkan Armada Iran

Ruang operasi bersama menekankan bahwa misinya di Suriah hanya untuk membantu negara itu menghadapi "teroris" dan ISIS.

"Selama bertahun-tahun, kami telah menjadi sasaran serangan dari musuh Israel dan Amerika,” ucap pernyataan.

Tindakan Israel dan AS dikatakan  sebaga upaya untuk menyeret kelompok itu ke dalam pertempuran sampingan yang bukan prioritas kehadiran merekadi Suriah, 

“Alasan Zionis adalah bahwa mereka menargetkan senjata yang akurat dan sensitif. peralatan yang menjadi ancaman bagi entitas perampas mereka," tambah pernyataan bersama itu.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem pada hri Kamis juga  mengutuk dugaan serangan udara Israel. 

Qassem menyebur tindakan Israel  sebagai "agresi terang-terangan dan preman yang keterlaluan."

Qassem menekankan bahwa Israel hanya bisa dihalangi dengan menghadapinya, menanggapi serangannya, membuatnya "membayar harga" atas tindakannya dan tidak membiarkannya memaksakan aturan keterlibatan.

Kantor berita negara Suriah SANA sebelumnya melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan menara komunikasi dan sejumlah situs terdekat, menewaskan satu tentara Suriah dan melukai tiga lainnya. 

“Serangan itu dilakukan dari arah daerah al-Tanf dekat perbatasan Yordania dan Irak dengan Suriah,” kata  sumber militer Suriah kepada SANA.

Ketika terjadi serangan udara, wilayah udara di atas Dataran Tinggi Golan ditutup untuk penerbangan hingga Jumat pukul 12:15.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini