Ini Strategi Pemerintah Perkuat Antisipasi Gelombang ke-3 COVID-19 pada Akhir Tahun

Ini Strategi Pemerintah Perkuat Antisipasi Gelombang ke-3 COVID-19 pada Akhir Tahun Kredit Foto: Tanayastri Dini Isna

Pemerintah perketat strategi antisipasi kemungkinan munculnya gelombang ke-3 COVID-19 pada akhir tahun sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat cenderung meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru. Sejumlah strategi dijalankan agar tren penurunan kasus yang saat ini berlangsung, tetap terjaga.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pemerintah menjalankan enam strategi utama untuk mengantisipasi gelombang ke-3 COVID-19 yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2021.

“Keberhasilan kita saat ini dalam menurunkan kasus COVID-19 tak boleh putus,” tambahnya. Belajar dari pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat cenderung meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru, sehingga menyebabkan angka kasus dan angka kematian COVID-19 melonjak tajam. Kali ini, pemerintah lebih siap mengantisipasinya dengan sinergi sejumlah langkah sebagai berikut.

Baca Juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Menyampaikan Ada Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Karantina

Pertama, adalah memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. “Kami ingatkan sekali lagi, penurunan level PPKM bukan berarti masyarakat bisa bereuforia. Kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas,” tegas Menkominfo.

Kedua, pemerintah terus berupaya meningkatkan laju vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya untuk menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit apabila terjadi gelombang berikutnya, karena seperti diketahui, vaksinasi terbukti efektif untuk menurunkan risiko kesehatan saat terinfeksi virus COVID-19.

Ketiga, masih terkait vaksinasi, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi anak, agar saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak sudah terbentuk.

Baca Juga: Satgas Menyebut Cakupan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Sudah Melewati Angka 50%

Keempat, seiring dibukanya penerbangan internasional, pemerintah berkomitmen menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan prokes ketat, utamanya ke Bali. Hal ini menyusul dibukanya Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021.

Kelima, memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga di daerah tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Keenam, terus mengkampanyekan protokol kesehatan guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Pemerintah mengimbau panitia penyelenggara Natal untuk mematuhi SE Menag No. 29 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan. Tujuannya, menekan risiko penularan COVID-19, sekaligus memberi rasa aman pada masyarakat yang merayakan Natal.

“Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional. Disiplin 3M, 3T, vaksinasi, dan implementasi teknologi informasi seperti PedulilLindungi, menjadi kuncinya,” tutup Menkominfo.

Baca Juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Menyampaikan Ada Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Karantina

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini