Lonjakan Kasus Masih Mengintai PPKM Bakal Lanjut Sampai Akhir Tahun, Sabar Ya!

Lonjakan Kasus Masih Mengintai PPKM Bakal Lanjut Sampai Akhir Tahun, Sabar Ya! Kredit Foto: BNPB

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) akan terus dilakukan hingga akhir tahun.

Kebijakan ini merupakan strategi mempertahankan pandemi yang terkendali saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga: Satgas Relawan COVID-19 Tingkatkan Kapasitas 1000 Relawan Wilayah Palembang

Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, PPKM telah terbukti efektif menekan kasus Covid-19 saat terjadi lonjakan kedua. “PPKM akan terus dilakukan karena telah terbukti efektif menekan kasus. Termasuk menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru 2022,” katanya, kemarin.

Berdasarkan data Satgas, lonjakan kedua pandemi selama 4 minggu awal meningkat 104 persen. Namun, dapat segera ditekan hingga turun 22 persen berkat PPKM level 1-4.

Lalu selama 10 minggu, PPKM berhasil menurunkan kasus sebesar 97 persen dari puncak kedua. “Karena itu masyarakat diminta mematuhi kebijakan Pemerintah. Kepada Pemerintah Daerah untuk dapat mengawasi dan mengendalikan mobilitas yang dilakukan warganya,” imbau Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Diingatkannya, kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian, bersifat gas dan rem. Kebijakan ini harus disikapi secara dewasa oleh masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Aplikasi indikator-indikator kesehatan tingkat nasional maupun tingkat kabupaten/kota menjadi landasan keputusan gas dan rem pembukaan aktivitas sosial-ekonomi,” tutur Wiku.

 

Dia juga mengakui, Pemerintah saat ini sedang menyusun strategi untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun. Strategi disusun Satgas bersama lintas kementerian dan lembaga.

Strategi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang efektif dan inklusif, dengan menekankan pada prinsip pelonggaran aktivitas yang diikuti pengendalian lapangan yang ketat.

Kemudian, ada beberapa upaya yang dilakukan. Antara lain terus mendorong peningkatan laju vaksinasi, mulai dari lansia hingga anak. Terutama, di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Satgas juga menerapkan skrining berlapis terhadap pelaku perjalanan internasional. Begitu juga, pengawasan kegiatan dan edukasi terhadap masyarakat oleh Pemerintah Daerah tentang protokol kesehatan.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat seiring menurunnya level PPKM. Berbagai pelonggaran dilakukan lantaran situasi pandemi virus Corona di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam euforia dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli,” jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini