Duh! Kepala BMKG Beber Ramalan Bencana Alam dari dalam Tanah, Bukan Nakutin...

Duh! Kepala BMKG Beber Ramalan Bencana Alam dari dalam Tanah, Bukan Nakutin... Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, Ma'muri mengungkapkan bahwa hasil kajian terkait gempa bumi periode berulang memang ada, tetapi kapan tepatnya bencana itu akan muncul belum bisa dipastikan.

"Kajian mengenai gempa periode berulang memang ada. Periodenya bisa 100 tahunan, 200 tahunan bahkan lebih.

Baca Juga: Ramalan BMKG Bawa Kabar Buruk Soal Cuaca di Indonesia, Semua Harap Waspada!

Namun soal ketepatan belum ada yang terjadi," ujarnya di Malang, Jumat.

Sebelumnya dikabarkan bahwa gempa besar berkekuatan magnitudo 8,7 berpotensi tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa akan terjadi.

Hal itu merupakan periode 100 tahunan dihitung dari tahun 1818 di mana gempa dahsyat dan tsunami pernah terjadi di selatan Jawa Timur.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Pusat Daryono menerangkan, bahwa terkait metode statistik untuk menghitung periode ulang gempa atau return period tersebut memang ada.

"Namun, belum ada yang tepat menghasilkan informasi kapan gempa besar akan terjadi pada tahun berapa, bulan apa atau bahkan hingga tanggal berapa," tegasnya.

BACA JUGA:  Peringatan BMKG Mengejutkan, Warga di Jabodetabek Diimbau Waspada

Daryono meyakini siklus gempa besar akan terjadi, tetapi untuk memastikan kapan terjadinya perulangan gempa besar itu belum ada yang bisa.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini