Pulih Bersama-sama, BI Tekankan Hal ini di Pertemuan IMF-World Bank

Pulih Bersama-sama, BI Tekankan Hal ini di Pertemuan IMF-World Bank Kredit Foto: BI

Pemulihan perekonomian global terus berlanjut, meskipun masih terdapat kesenjangan antar negara akibat perbedaan akses terhadap vaksin dan ruang untuk dukungan kebijakan.

Secara global pemulihan menghadapi berbagai faktor risiko, terutama kekhawatiran cepatnya penyebaran varian Delta dan kekhawatiran munculnya varian virus baru yang lebih agresif sehingga ketidakpastian outlook perekonomian meningkat.

Selain itu, perubahan iklim dan reformasi digital juga muncul sebagai tantangan besar secara global. IMF berkomiten untuk terus mendukung negara-negara anggotanya untuk menghadapi tantangan yang berkembang.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo menekankan pentingnya pelaksanaan exit strategy yang well calibrated, well planned, dan well communicated untuk memastikan seluruh negara dapat pulih secara bersama-sama. Baca Juga: BI dan Bank of Japan Perpanjang Kerja Sama Swap US$ 22 miliar

Hal tersebut dibahas dalam rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank), termasuk di dalamnya pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 yang diselenggarakan secara hybrid pada tanggal 11-15 Oktober 2021, dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.

IMF memproyeksikan perekonomian global tumbuh sebesar 5,9% pada tahun 2021, kemudian mengalami moderasi pertumbuhan ke 4,9% pada tahun 2022. Revisi ke bawah pertumbuhan 2021 mencerminkan penurunan pertumbuhan di negara maju, karena adanya disrupsi pasokan, dan di negara low-income developing, karena memburuknya dinamika pandemi.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan akan ditopang oleh menguatnya prospek jangka pendek negara eksportir komoditas dari kelompok negara berkembang. Baca Juga: Perkuat Devisa, BI Dapat Pinjaman Tanpa Bunga US$6,3 Miliar dari IMF

Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 pada 13 Oktober 2021 yang merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, delegasi Bank Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyampaikan pentingnya upaya global untuk mengatasi pandemi dan melanjutkan reformasi struktural guna mendorong pemulihan ekonomi yang lebih resilien, berkelanjutan dan inklusif.

Pada kesempatan tersebut Dody juga menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian perkembangan pandemi dan kenaikan inflasi di negara maju yang berpotensi menimbulkan efek rambatan kepada negara berkembang.

"Untuk itu, diperlukan koordinasi dan komunikasi kebijakan pada tataran global untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap perkembangan dan kebijakan yang diimplementasikan," ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan pentingnya melanjutkan upaya bersama dalam meningkatkan efisiensi cross border payment dan melanjutkan diskusi mengenai dimensi makrofinansial dan aspek interoperability dari Central Bank Digital Currency.

"Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap program IMF guna membantu negara miskin dan rentan dalam mengatasi pandemi dan mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi," tukasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini