Catat! Selama Pandemi Covid-19, Masyarakat Perlu Lebih Peduli Terhadap Kesehatan Mental

Catat! Selama Pandemi Covid-19, Masyarakat Perlu Lebih Peduli Terhadap Kesehatan Mental Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A

Ketua Hubungan Nasional Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anrilia Ema M Ningdyah, mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan jiwa di masa pandemi Covid-19. Menurut dia, adanya Hari Kesehatan Jiwa sebenarnya menggalang kesadaran masyarakat bahwa sebenarnya kesehatan jiwa itu merupakan suatu hal yang seharusnya penting untuk diperhatikan selain kesehatan fisik. 

Baca Juga: Masalah Kurang Tidur Tidak Bisa Dianggap Remeh, Dampaknya…

"Terlebih dalam situasi yang lebih menantang ini kita harus kasih ekstra perhatian ke kesehatan jiwa kita," kata Anrilia Ema M Ningdyah di Jakarta, Kamis (14/10).

Hal itu penting diperhatikan karena fisik dan jiwa itu merupakan satu kesatuan. "Jadi yang namanya sehat itu dua, sehat fisik dan sehat jiwa," ujar Anrilia.

Baca Juga: Agar Kesehatan Optimal, Ini Suplemen yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Pihaknya meminta agar masyarakat jangan mengabaikan bila menyadari ada keluhan-keluhan mental atau mengalami tekanan tertentu. "Jangan diabaikan kalau ada keluhan-keluhan kesehatan mental, misalnya merasa ketersendirian, mengalami tekanan tertentu, terkait psikologis yang mengganggu, jangan disimpan sendiri, bicarakan dengan orang-orang terdekat, cari dukungan," katanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa meminta bantuan profesional. Anrilia menyebut pemerintah saat ini memiliki layanan psikologis Sehat Jiwa (Sejiwa) yang bisa diakses masyarakat Indonesia secara gratis bila memiliki keluhan-keluhan psikologis tertentu. 

Baca Juga: Catat! Ternyata Ini Vitamin yang Paling Dibutuhkan Penderita Diabetes

Layanan tersebut merupakan respon pemerintah untuk menjamin pemenuhan hak kesehatan mental masyarakat di masa pandemi Covid-19. Pasalnya tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, tetapi pandemi Covid-19 juga membawa implikasi yang besar terhadap kondisi psikologis masyarakat. Melalui //call center// 119 extension 8, masyarakat bisa mendapatkan edukasi, konsultasi, dan pendampingan psikologi.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini