Penting! Mari Lebih Mengenal Beberapa Faktor Risiko Kanker Payudara

Penting! Mari Lebih Mengenal Beberapa Faktor Risiko Kanker Payudara Kredit Foto: Pexels/Miguel Á. Padriñán

Kanker payudara merupakan penyakit berbahaya, angka kejadiannya pun cukup tinggi di Indonesia.

Sayangnya pemahaman orang tentang kanker payudara masih dinilai kurang dan menyebabkan pasien telat untuk ditangani.

Ketua PERHOMPEDIN Cabang Jakarta dokter Ronald A Hukom, SpPD. K-HOM, MHSC, FINASIM menjelaskan banyak sekali faktor risiko kanker.

"Kanker payudara banyak dikenal adalah obesitas, kebiasaan mengikuti diet orang Barat," kata dr. Ronald di acara Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (13/10).

Baca Juga: Studi Mengungkapkan Kegiatan Ini Dapat Menurunkan Risiko Terkena Kanker Payudara

Dia menjelaskan faktor lainnya ialah kurangnya mengonsumsi sayur. Namun, sering mengonsumsi daging.

"Kita harus ingat juga bahwa memang pada kanker ada faktor-faktor genetik, terutama kalau ditemukan kanker pada usia muda," ujarnya.

Kanker payudara menurut dr. Ronald sering terjadi karena faktor genetik.

Walaupun total secara keseluruhan, faktor genetik pada kanker hanya 5-10 persen, tetapi sering ditemukan.

Baca Juga: Catat! Waktu Berolahraga Ternyata Berdampak pada Kualitas Tidur karena…

"Kanker pada usia muda termasuk kanker payudara kemungkinan untuk mendapatkan kelainan genetik menjadi lebih besar," kata dr. Ronald.

Menurut dr. Ronald, jumlah kasus kanker payudara di seluruh dunia menduduki peringkat pertama dari jumlah kasus yang ditemukan per tahun.

"Namun, untuk kematian, bukan yang nomor 1 karena yang nomor 1 itu kanker paru," katanya.

Baca Juga: Masalah Kurang Tidur Tidak Bisa Dianggap Remeh, Dampaknya…

Hal itu diketahui melalui sebuah data Globocan pada 2020, yang menyatakan kanker payudara menduduki peringkat nomor 4.

"Insidennya nomor 1, tapi sebagai penyebab kematian nomor 4," pungkasnya.(*)

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini