Diterjang Badai Pandemi, Erick Thohir Sebut Restrukturisasi BUMN sebagai Pilihan Terakhir

Diterjang Badai Pandemi, Erick Thohir Sebut Restrukturisasi BUMN sebagai Pilihan Terakhir Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan tekanan yang dihadapi Kementerian BUMN termasuk perusahaan BUMN selama pandemi Covid-19, membuatnya perlu melakukan sejumlah kebijakan efisiensi pada perusahaan BUMN. Dengan cara tersebut, BUMN memberikan sumbangsih pemasukan kepada negara sebesar Rp377 triliun.

“Beberapa transformasi lainnya dan restrukturisasi lainnya yang dilakukan saat ini telah menunjukan hasil seperti merger BSI melalui penggabungan bank syariah dari Bank Himbara seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI,” ujarnya dalam Capital Market Summit dan Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Sebesar 90 Persen Swasta dan BUMN Terdampak Pandemi Covid-19

Dari penggabungan ketiga bank syariah Himbara yang menjadi Bank Syariah Indonesia, saat ini menjadikan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan peringkat ke-7 dengan kepemilikan aset terbesar bernilai Rp240 triliun. Langkah tersebut perlu dilakukan, mengingat saat ini penduduk Indonesia sebagian besar merupakan muslim yang menjadikannya sebagai potensi besar untuk dapat berkompetisi di pasar global.

Selain itu, pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM dilakukan untuk mengintervensi keseimbangan ekonomi di Indonesia. Sebab, selama pandemi Covid-19 membuat sekelompok masyarakat mengalami peningkatan kekayaan. Namun, di sisi yang lain kelompok masyarakat lainnya mengalami kemiskinan.

Erick menyebut dukungan kepada UMKM melalui pembinaan yang dilakukan oleh PNM yang sebelumnya berjumlah 5,6 juta nasabah mengalami peningkatan secara pesat mencapai 10,8 juta nasabah PNM dalam 1,5 tahun terakhir.

“ibu-ibu Mekaar membuka keseimbangan ekonomi ini kalau 5,2 juta ibu2 mempekerjakan 1 pegawai maka selama covid pembukaan lapangan terjadi sebanyak 5,2 juta,” terangnya.

Selain dalam bentuk pemberdayaan, lanjut Erick, dukungan Kementerian BUMN dilakukan dengan melalui platform Pasar Digital (PaDi) UMKM Indonesia. Melalui platform tersebut, Kementerian BUMN memastikan agar tender di perusahaan BUMN tidak dilakukan secara mandiri, melainkan juga melibatkan UMKM melalui produk-produk yang ditawarkan melalui PaDi.

Secara spesifik, tender senilai di bawah Rp400 juta ditujukan kepada UMKM yang saat ini sudah sebanyak 10.100 UMKM yang sudah tergabung dalam PaDi. Dengan jumlah UMKM tersebut, setidaknya sudah terjadi sebanyak 130 ribu transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp10,4 triliun.

Adapun dalam bidang energi, menindaklanjuti komitmen pemerintah, Erick memastikan kementerian yang dipimpinnya dapat melakukan dekarbonisasi agar dapat melakukan transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Karena itu, dia mendorong perbaikan tersebut dapat dimulai dengan melakukan Eco Lifestyle dengan melakukan investasi di mobil listrik, motor listrik, hingga baterai listrik, termasuk memberikan akses murah kepada pengguna kendaraan listrik melalui PT PLN (Persero).

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini