Tak Apa Digugat Soal Ekspor CPO, yang Penting Fokus Hilirisasi Sawit

Tak Apa Digugat Soal Ekspor CPO, yang Penting Fokus Hilirisasi Sawit Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menginginkan Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

"Di suatu titik nanti, setop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan lainnya," kata Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/9/2021).

Baca Juga: Turut Jadi Saksi Berkembangnya Sawit, Berikut 10 Manfaat Sawit bagi Sumatera Utara

Jokowi mengatakan, Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meskipun terdapat potensi gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Indonesia harus bersiap menghadapi segala hambatan dalam proses hilirisasi sumber daya alam.

Bahkan, Jokowi meminta jajarannya untuk menyiapkan pengacara-pengacara internasional jika Indonesia digugat karena menghentikan ekspor bahan mentah. "Jadi siapkan lawyer yang kelas-kelas internasional. Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan. Semuanya kita integrasikan apa yang kita cita-citakan," ujar Jokowi.

Merujuk data Kemenperin RI, perbandingan ekspor hilir dan hulu Indonesia telah mencapai 88 persen: 12 persen pada 2020. Ekspor bahan baku CPO/CPKO berkurang karena diproses dan diekspor sebagai produk hilir, termasuk bahan baku Biodiesel Program B30.

Sementara itu, jenis ragam produk hilir yang dihasilkan industri dalam negeri, dari yang semula 126 produk pada tahun 2014, meningkat menjadi 170 produk pada tahun 2020, yang didominasi oleh produk bahan pangan dan bahan kimia dari sumber terbarukan.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini