Kepala Nuklir Bongkar Jumlah Uranium yang Dimiliki Iran, Pantas Barat Ketar-ketir!

Kepala Nuklir Bongkar Jumlah Uranium yang Dimiliki Iran, Pantas Barat Ketar-ketir! Kredit Foto: AP Photo/Iranian Presidency Office

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, membeber jumlah uranium yang diperkaya 20 persen yang negara itu miliki.

Bicara pada Sabtu (9/10/2021) di televisi pemerintah, dia mengatakan bahwa pihaknya hingga kini memiliki 120 kg uranium. 

Baca Juga: Ebrahim Raisi Tunjuk Kepala Nuklir Baru Iran, Inilah Sosoknya...

Dia menjelaskan uranium itu diproduksi untuk digunakan dalam reaktor nuklir pembangkit listrik  di Teheran.

“Jika rekan-rekan kami tidak melakukannya, tentu saja kami akan memiliki masalah dengan kekurangan bahan bakar untuk reaktor Teheran,” kata Eslami. 

Pada bulan September, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa Iran telah meningkatkan stoknya yang diperkaya di atas persentase yang diizinkan dalam kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia.

Diperkirakan Iran memiliki 84,3 kilo uranium yang diperkaya menjadi 20 persen . Angka ini naik dari 62,8 kilo ketika IAEA terakhir melaporkan pada Mei.

Berdasarkan kesepakatan itu, Iran tidak dimaksudkan untuk memperkaya uranium di atas 3,67 persen, jauh di bawah ambang batas 90 persen yang diperlukan untuk digunakan dalam senjata nuklir.

Di bawah perjanjian 2015, China, Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat telah sepakat untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Iran jika Teheran mengurangi program nuklirnya.

Tetapi sejak itu Presiden AS Donald Trump menarik Washington keluar dari kesepakatan pada tahun 2018, Teheran semakin meninggalkan komitmennya berdasarkan perjanjian.

Amerika Serikat kemudian memberlakukan sanksi baru sebagai tanggapan.

Pada hari Jumat (8/10/2021), Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan dia optimis bahwa pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan 2015 akan membuat kemajuan.

Namun dia menegaskan bahwa Washington juga harus sepenuh hati melanjutkan komitmennya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini