Dianggap Miliki Potensi Besar, Erick Thohir Ingin Holding Geothermal Jadi Terbesar di Dunia

Dianggap Miliki Potensi Besar, Erick Thohir Ingin Holding Geothermal Jadi Terbesar di Dunia Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) memiliki kebijakan strategis pengurangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara untuk menuju net zero emisi pada 2060. Pada tahun 2021-2035 ditargetkan ketersediaan energi listrik sebesar 11,1 GW, sedangkan pada 2035-2055 sebesar 39 GW sehingga ditargetkan dengan total 50,1 GW.

"Ini terjadi tidak mudah, tapi akan kami lakukan termasuk yang kita lakukan konsolidasi geothermal PLN dan Pertamina dan kita dorong akan menjadi perusahaan geothermal terbesar di dunia," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam webinar "Transisi Energi Bersih yang Ramah Lingkungan: Tekad Generasi Muda Indonesia dalam Aksi Iklim dan Energi Bersih", Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Optimalisasi Transisi Energi Melalui Bonus Demografi di Indonesia

Erick mengatakan, saat ini holding panas bumi yang melibatkan PLN dengan Pertamina menghasilkan sebesar 685 MW. Sementara itu, pada periode 2020-2030 sebagai periode pengembangan ditargetkan akan bertambah sebesar 996 MW dengan spesifikasi 636 MW dari Pertamina dan 360 MW dari PLN sehingga secara komulatif pada 2030 total kapasitas terpasang BUMN Geothermal sebesar 1.681 MW.

Adapun saat ini total kapasitas terpasang geothermal dunia secara komulatif sebesar 15.477 MW. Dari jumlah tersebut, kapasitas terpasang geothermal Indonesia tertinggi kedua di dunia dengan potensi yang baru dimanfaatkan sebesar 8,9 persen pada 2020.

Pada tahun tersebut, negara kapasitas terpasang geothermal terbesar di dunia pada posisi pertama ditempati Amerika Serikat dengan kapasitas 3.676 MW, Indonesia 2.132 MW, Filipina 1.918 MW, Turki 1.526 MW, dan New Zealand 1.005 MW.

"Ini roadmap dari kita dengan menggabungkan PLN dan Pertamina dalam pengelolaan Geothermal nanti. Ini banyak power plan yang ada di PLN akan kita konversi menajdi EBT dengan investasi baru. Dua tahun ini kita dorong 15 GW yang sudah disepakati dengan memperhatikan dan menjaga daya saing," jelasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini