Mau investasi di Pasar Modal? Simak Dulu 10 Jurus Ampuh Buat Investor Pemula ini

Mau investasi di Pasar Modal? Simak Dulu 10 Jurus Ampuh Buat Investor Pemula ini Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar

Semenjak pandemi terjadi di negeri ini dan belahan dunia lain nya, banyak sektor usaha yang seakan “mati suri” atau mengalami stagnasi. Tak sedikit pula yang mengalami kemunduran pertumbuhan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini lah yang akhirnya membuat banyak masyarakat menoba mencari berbagai alternatif investasi untuk mensupport kebutuhan pengembangan asset dan dana keuangan mereka, salah satunya dengan menanamkan dananya di pasar modal.

"Biasanya kebanyakan trader pemula akan mengalami kesulitan dalam trading terutama dari 3 hal dasar yaitu terkait konsistensi, kedisiplinan dan profitabilitas,” ujar Pakar Keuangan Vito Henjoto di Jakarta, Kamis (7/10/2021). Adapun saat ini dia juga sedang berkolaborasi dengan OctaFX dalam projek khusus dengan broker global dalam misi mengedukasi investor dan trader pemula di Indonesia. Baca Juga: Investasi di Pasar Modal Makin Digemari Milenial, ini Buktinya

Melanjutkan hal tersebut, dirinya pun kemudian menjelaskan setidaknya ada 10 hal dasar yang membedakan karakter trader pemula dengan mereka yang sudah profesional di bidangnya secara lebih detail.

1. Perbedaan pola pikir

Trading adalah aktivitas yang sangat berbeda dengan investasi biasa. Perbedaan ini terletak dari pola pikir di mana pola pikir investor dalam berinvestasi. Seringkali hal ini disertai ikatan emosional terhadap aset yang di investasikan. Sedangkan Trader lebih fokus atas pergerakan harga dimana keuntungan bisa diambil. 

Walaupun sekilas serupa, aktifitas ini memiliki pandangan yang berbeda, dimana pola pikir investor lebih mengarah terhadap perkembangan jangka panjang suatu aset investasi, sedangkan dalam trading lebih mengarah terhadap naik atau turunnya harga suatu aset dalam jangka pendek.

2. Terlalu berspekulasi

Kebanyakan traders memiliki perspektif dimana suatu trade akan dilakukan tanpa arahan atau fondasi yang jelas. Tentunya ini lebih mengarah ke spekulasi tanpa sebab. Ini mengakibatkan pola pikir dimana kalau trading yang dipikirkan adalah keuntungan tanpa memikirkan resiko, dan juga mentalitas dimana modal kecil bisa dijadikan keuntungan besar menggunakan leverage dan margin trading tanpa mengerti resiko yang diambil.

3. Agresif berlebihan

Trading secara aggressive adalah kondisi dimana trader merasakan adanya kewajiban untuk trading walaupun situasi pasar sedang dalam keadaan yang tidak optimal. Hal ini biasanya dipicu karena ada perasaan Fear Of Missing Out dan mengakibatkan kondisi dimana trading dilakukan secara berlebihan, bahkan mengejar pergerakan pasar yang sudah berjalan dimana ini juga menambah resiko pada suatu posisi. Ini bisa disebut sebagai ‘OverTrading’ dan memiliki dampak yang sangat merusak terhadap mentalitas kita dalam trading dan membuat semua rencana trading ataupun pattern kita dalam trading terganggu.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini