Duh... Paparan Asap Rokok saat Hamil Memicu Risiko Stunting pada Anak

Duh... Paparan Asap Rokok saat Hamil Memicu Risiko Stunting pada Anak Kredit Foto: Unsplash/Rae Tian

Merokok bukan hanya berefek pada diri sendiri namun juga orang di sekitarnya. Dalam hal ini, perilaku merokok orang terdekat bahkan bisa memicu stunting pada anak. 

"Perilaku merokok itu sangat mengganggu kesehatan dan itu bukan hanya berlaku pada orang dewasa, bayi, anak maupun remaja bukan langsung ke orangnya saja namunjuga paparan (orang yang hanya terpapar asap)," ujar dokter Catharine Mayung Sambo dari Ikatan Dokter Anak Indonesia pada Konferensi Pers bertajuk Dukungan Kenaikan Cukai Rokok untuk Indonesia Kembali Pulih, Jumat (1/10/2020). 

Baca Juga: Menjadi Kandungan dalam Rokok, Antara Nikotin dan Tar Tenyata Ini yang Paling Bahaya Bagi Tubuh

Menurut dokter Sambo, perlindungan anak dari paparan asap rokok harusnya dilakukan sejak dalam kandungan. Sebab perilaku merokok orang dewasa bisa terkait dengan stunting pada anak.

"Ini kaitan rokok dengan stunting ini saya kira sudah banyak ya [studinya], telah diketahui bahwa di dalam kandungan entah ibunya merokok atau ibunya terkena asap rokok itu bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat," kata dokter Sambo.

Baca Juga: Apakah Penderita Diabetes Bisa Menikah dan Memiliki Anak?

Dokter Catherine Mayung Sambo menyatakan gangguan pertumbuhan janin ini yang kemudian memicu bayi lahir kecil. Bayi yang lahir kecil berisiko besar mengalami stunting.

"Itu (stunting) tidak hanya berefek pada perkembangan badannya saja tapi sistem sarafnya juga, misalnya anaknya skor atensinya lebih rendah, anaknya gampang mengalami depresi atau cemas kemudian risiko untuk terjadi degenerasi atau kerusakan sek saraf itu semakin meningkat," ujar dokter Sambo. 

Baca Juga: Kekurangan Gizi Bisa Timbulkan Dampak Jangka Panjang pada Remaja Putri

Kemampuan atensi pada anak sendiri penting untuk belajar. Anak-anak dengan atensi rendah sulit fokus dan mengerti.

"Kalau ibu hamil perokok, itu sudah lansun berpengaruh pada masa tumbuh janin, jadi ukuran janinnya itu kecil yang ini akan menetap hingga remaja," tambahnya. 

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini