Mantan Pengurus FPI Deklarasikan Ormas Baru, Namanya...

Mantan Pengurus FPI Deklarasikan Ormas Baru, Namanya... Kredit Foto: JPNN

Mantan pengurus Front Pembela Islam (FPI) mendirikan sebuah organisasi masyarakat (ormas) bernama Perisai Bangsa. Pendiri organisasi baru itu di antaranya ialah Habib Umar Al Athos yang pernah menjabat sebagai wakil ketua bidang organisasi dan Din Nawawi mantan wali laskar FPI Surabaya.

Habib Umar mengatakan dalam organisasi barunya dia menjabat sebagai ketua, sedangkan Din Nawawi sebagai sekretarisnya. Perisai Bangsa akan dijalankan berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata, Ini yang Bikin Panglima FPI Marah Sampai Aniaya M Kece!

"Kami tidak tertarik bergabung dengan FPI gaya baru yang didirikan rekan-rekan kami. Kami mendirikan ormas sendiri," kata Habib Umar saat deklarasi organisasi yang baru, Sabtu (25/9).

Tujuan dibentuknya ormas Perisai Bangsa adalah menjalin ukhuwah atau persaudaraan keseluruhan bangsa Indonesia. Nantinya, organisasi itu akan dikembangkan hingga ke berbagai penjuru Tanah Air.

"Setelah kami deklarasikan hari ini di Surabaya, mudah-mudahan bisa berkembang," ujar dia.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengagendakan program dialog dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat. "Agenda terdekat adalah menggelar perenungan peristiwa G30S/PKI. Mungkin diawali dengan nonton bareng filmnya," ucap dia. 

Habib Umar melanjutkan, melalui wadah ormas barunya itu, dia tidak ingin terjadi perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami menghindari perpecahan antarsuku, agama, dan bangsa. Jangan sampai peristiwa seperti Taliban di Afghanistan terjadi di Indonesia," tutur Habib.

Dalam kesempatan sama, Din Nawawi menambahkan bahwa Perisai Bangsa tidak hanya beranggotakan mantan pengikut simpatisan FPI, tetapi juga merangkul berbagai elemen masyarakat lainnya. "Ada teman-teman Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan ormas nasionalis lainnya," tandas pria yang akrab disapa Gus Din tersebut.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini