Myanmar Undur Diri, Afghanistan Tetap Sampaikan Pidato di Sidang Umum PBB

Myanmar Undur Diri, Afghanistan Tetap Sampaikan Pidato di Sidang Umum PBB Kredit Foto: Akurat

Tidak ada perwakilan dari Myanmar yang akan memberikan pidato di Sidang Umum PBB, jelas seorang juru bicara pada Jumat (24/9), dilansir dari Reuters. Pengumuman ini disampaikan di tengah persaingan kursi perwakilan PBB di New York setelah kudeta militer berhasil menggulingkan pemerintah sah Myanmar.

"Pada poin ini, Myanmar tidak akan berpidato," jelas juru bicara PBB Stephane Dujarric. Sebelumnya, Duta Besar Myanmar untuk PBB yang ditunjuk oleh pemerintah sah yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, Kyaw Moe Tun dijadwalkan untuk memberikan pidato di hari terakhir sidang umum PBB pada hari Senin.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Ajak Menlu Turki Bahas Isu Afghanistan dan Myanmar

Akan tetapi, diplomat dari China, Rusia, dan AS tidak akan keberatan jika Kyaw Moe Tun tetap di kursi PBB selama ia tidak berpidato. "Saya menarik diri dari daftar pidato dan tidak akan berbicara di debat umum ini," jelas Kyaw Moe Tun kepada Reuters.

Militer Myanmar menepatkan veteran Aung Thurein yang menjadi duta Myanmar di PBB. Di sisi lain, Kyaw Moe Tun telah meminta untuk memperbarui akreditasi PBB, meskipun ia mendapat ancaman dan menjadi target pembunuhan atau serangan pada posisinya atas penentangannya pada kudeta yang terjadi pada Februari 2021 lalu.

Sementara itu, persaingan perwakilan negara untuk PBB juga terjadi di Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan bulan lalu. Duta besar pemerintah yang telah digulingkan dijadwalkan akan memberikan pidatonya di hari Senin mendatang.

"Untuk saat ini, perwakilan Afghanistan yang tertulis di daftar untuk hari Senin adalah Ghulam M. Isaczai," jelas Dujarric. Isaczai adalah duta besar Afghanistan untuk PBB saat ini yang mewakili pemerintah yang telah digulingkan oleh Taliban.

Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, telah menunjuk juru bicara organisasi negara Islam yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen untuk menjadi duta besar Afghanistan untuk PBB. Amir juga meminta PBB agar Suhail dapat memberikan pidatonya mewakili Taliban. Akreditasi PBB ditentukan oleh sembilan anggota komite, termasuk AS, China, dan Rusia.

Kesembilan anggota tersebut akan bertemu pada bulan Oktober atau November untuk menentukan keputusan sehingga keputusan terkait siapa yang akan memberikan pidato tidak akan diputuskan pada saat Sidang Umum PBB digelar. Maka dari itu, Muttaqi memiliki hak untuk berpidato. Hingga keputusan diambil oleh komite terkait Afghanistan dan Myanmar, Isaczai dan Kyaw Moe Tun akan tetap di sidang umum tersebut.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini