Guru Besar IPB: Ketergantungan Dunia Terhadap Minyak Sawit Tak Dapat Dimungkiri

Guru Besar IPB: Ketergantungan Dunia Terhadap Minyak Sawit Tak Dapat Dimungkiri Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa produk yang digunakan sehari-hari merupakan produk yang berbahan baku minyak kelapa sawit. Mulai dari produk pangan, kosmetik hingga bahan bakar. 

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Purwiyatno Hariyadi mengatakan, lebih dari 50 persen produk yang dijual di supermarket hingga ritel kecil, mengandung minyak sawit. Artinya, ketergantungan masyarakat terhadap minyak sawit, cukup tinggi.

Baca Juga: Produsen Minyak Sawit Surati Komisi Eropa atas Diskriminasi Sawit

Prof. Purwiyatno menjelaskan, ketergantungan dunia terhadap minyak sawit, tidak dapat dimungkiri. "Sebesar 68 produk pangan dunia menggunakan minyak sawit. Mulai margarin, produk konfeksioneri, coklat, pizza, roti, minyak goreng, dan masih banyak lagi," papar Prof. Purwiyatno.

Selanjutnya, dikatakan Prof. Purwiyatno, sebesar 27 persen minyak sawit digunakan dalam pembuatan produk konsumen lainnya, seperti sabun, deterjen, pasta gigi, kosmetik, dan alat pembersih. "Sedangkan untuk bahan bakar yakni biodiesel sebesar 5 persen," ungkapnya. 

Disampaikan Prof. Purwiyatno, suka atau tidak, industri sawit di tanah air merupakan aset nasional. Oleh karea itu, diperlukan adanya suatu konsensus (referensi) nasional menyangkut aspek keamanan pangan, gizi/kesehatan, dan keberlanjutan minyak sawit. 

"Tentunya dengan melibatkan para pakar pangan, gizi, medis/kesehatan, toksikologi, keberlanjutan dan pertanian. Untuk merumuskan posisi ilmiah tentang status minyak sawit (palm oil/PO) sebagai bahan pangan dan kesehatan, serta keberlanjutannya," pungkasnya.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini