Indef Nilai Pandemi Picu Ruralisasi, Pertanian Jadi Bantalan saat Resesi

Indef Nilai Pandemi Picu Ruralisasi, Pertanian Jadi Bantalan saat Resesi Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin melihat adanya fenomena ruralisasi, yakni perpindahan penduduk dari perkotaan ke pedesaan, pada masa pandemi.

"Ada fenomena ruralisasi di mana orang-orang kembali dari kota ke desa, berharap peruntungan di desa karena di kota bermasalah," kata Bustanul dalam Diskusi Publik INDEF, Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Ekonom Indef Soroti Kenaikan Emiten Perusahaan Pakan ketika Peternak Ayam Alami Kesulitan

Ruralisasi ini menyebabkan kontribusi pertanian pada Produk Domestik Bruto (PDB) kembali meningkat. Pasalnya, tenaga kerja untuk sektor pertanian jadi bertambah. "Ini [pertanian] seharusnya kan turun terus, tapi ia naik lagi karena ada tambahan tenaga kerja," imbuhnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Bustanul, kontribusi pertanian terhadap PDB pada 2020 meningkat ke angka 13,7% dari yang sebelumnya berada di angka 13,5% pada 2015.

Tak hanya itu, ia juga menilai sektor pertanian berperan sebagai bantalan saat resesi. Hal ini ia simpulkan setelah melihat catatan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan laju pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan selalu positif sejak 2019.

Pertumbuhan terendah yang tercatat ialah sebesar 0,01% yoy pada kuartal I-2020. Kemudian, meningkat hingga 3,33% pada kuartal I-2021 ketika kondisi pertumbuhan PDB Indonesia saat itu masih negatif 0,74% yoy.

Akan tetapi, sektor pertanian mencatat penurunan pada kuartal II-2021 ketika ekonomi negara rebound ke 7,07% yoy. Kendati demikian, sektor pertanian masih menunjukkan hasil positif, yakni 0,38% yoy.

"Oleh karena itu, [pertanian] kami sebut jadi bantalan," ujar Bustanul.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini