Kisruh Demokrat & PDIP Makin Panas, Tito Karnavian & Moeldoko Terseret

Kisruh Demokrat & PDIP Makin Panas, Tito Karnavian & Moeldoko Terseret Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Partai Demokrat mulai panas dengan PDIP. Dua politikus partai saling sindir. Nama Moeldoko dan Tito Karnavian terseret ke dalamnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta Politikus PDIP Ruhut Sitompul melihat prestasi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Itu setelah Ruhut sebelumnya diduga menyindir kinerja SBY dalam memberantas radikalisme.

Baca Juga: Bekas Anjing Penjaga SBY Kasih Pesan Menohok, Hei Demokrat AHY dan Moeldoko, Dengerin Baik-Baik..

Herzaky sampai tak ragu menyeret Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Kalau ingin tahu seperti apa kesuksesan pemberantasan terorisme dan radikalisme di Indonesia di era Bapak SBY, Ruhut silakan bertanya kepada Jenderal Tito,” ujar Herzaky kepada GenPI.co, Minggu (19/9).

Menurut Herzaky, Jenderal Tito merupakan bagian penting dalam proses pemberantasan terorisme dan radikalisme di era SBY.

“Berulang kali Jenderal Tito mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa di era Bapak SBY atas jasanya ikut memberantas sel-sel terorisme internasional di Indonesia,” lanjutnya.

Dirinya lantas menilai pernyataan Ruhut Sitompul merupakan sebuah ungkapan dari seseorang yang lupa ingatan atau sedang berhalusinasi.

“Terlebih lagi menganggap Moeldoko Ketua Umum PD. KSP Moeldoko bukan anggota Partai Demokrat!” tegasnya.

Baca Juga: Pakar Beberkan Sosok Ini Pemersatu Demokrat, Ternyata Bukan AHY atau Moeldoko

Menurut Herzaky, Moeldoko adalah sosok yang mencoba merebut paksa posisi Ketua Umum PD menggunakan kekuasaan.

“Sayangnya tidak ada pemilik suara yang mendukung dan akhirnya gagal. Tapi, dia masih bermimpi seperti anak kecil yang belum dibelikan permen oleh orang tuanya,” tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini