PAN Gabung ke Barisan Jokowi, Irma Nasdem Agak Kesal: Yang Digunakan Hanya Politik Praktis

PAN Gabung ke Barisan Jokowi, Irma Nasdem Agak Kesal: Yang Digunakan Hanya Politik Praktis Kredit Foto: Republika

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago menyatakan politik di Indonesia sangat dinamis dan hampir semua parpol hanya mengedepankan kepentingan masing-masing.

Mantan anggota DPR itu mengatakan hal tersebut guna merespons langkah Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Lagi-Lagi Nadiem Makarim Kena Senggol Isu Reshuffle: Ada Faktor Bergabungnya PAN ke Koalisi

Menurut Irma, PAN pada dua pemilihan presiden (pilpres) tidak ikut mendukung Jokowi. Pada Pemilu 2019, PAN yang mengusung Prabowo Subianto juga mendapat sokongan dari Persaudaraan Alumni (PA) 212.

"Yang digunakan hanya politik praktis dengan menafikan politik etis. Jadi, ya begitulah perilaku partai politik kita," kata Irma dikutip dari JPNN.com.

Perempuan yang akrab disapa dengan panggilan Uni Irma itu menegaskan bahwa hal terpenting bagi partai politik ialah harus bisa bertahan hidup atau mapan secara finansial.

"Hanya dengan finansial yang cukup mereka bisa bertahan di Senayan (DPR, red)," tutur Uni Irma

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan sekretaris jenderalnya, Eddy Soeparno, bertemu dengan Presiden Jokowi dan koalisi parpol pendukung pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/9/2021).

Setelah pertemuan itu, PAN menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Jokowi. Kabar terakhir menyebut partai yang pernah dipimpin Amien Rais itu menyodorkan nama Soetrisno Bachir untuk menjadi menteri.

Baca Juga: Skenario Tukar Guling di Reshuffle Kabinet Terendus: Semua Demi PDIP Menuju Pemilu 2024

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini