Wah... Teknologi Ini Mampu Hentikan Serangan Jantung

Wah... Teknologi Ini Mampu Hentikan Serangan Jantung Kredit Foto: Republika
Wang mengatakan Australia tidak memiliki modal ventura yang dibutuhkan untuk memajukan terobosan ilmiah. Berkat 1 juta dolar AS dari pendanaan pemerintah Belgia, antibodi yang digunakan dalam pengobatan terobosan sedang dioptimalkan menjadi obat dan uji klinis dapat segera dimulai di negara itu.
 
Penelitian dimulai sebagai misi untuk menemukan cara yang lebih cepat dan lebih baik mendiagnosis serangan jantung. Dalam dua pertiga kasus jantung, tidak ada tanda-tanda jelas serangan jantung terdeteksi dalam tes elektrokardiogram (EKG) dan bisa memakan waktu dua hingga tiga jam untuk mendapatkan hasil dari tes darah.
 
 
Namun, gumpalan dapat dideteksi dalam beberapa menit menggunakan metode microbubble dan mesin ultrasound yang bisa ditemukan di sebagian besar fasilitas medis, bahkan di bagian terpencil negara itu.
Microbubbles memiliki lapisan luar lemak dan inti gas yang membuatnya memantul ketika suara dari ultrasonografi mengenainya. Microbubble dilengkapi dengan antibodi yang mengarah pada gumpalan, menempel padanya, dan memantulkan kembali ke ultrasound, sehingga dapat dilihat dalam gambaran cahaya putih.
 
Wang telah menyempurnakan microbubble, sehingga tidak hanya mendeteksi gumpalan saja, tetapi juga mengobatinya. Setelah microbubble melekat pada gumpalan, microbubble melepaskan dosis kecil obat penghilang gumpalan yang dengan cepat melarutkannya.
 
 
Wang telah menerima lebih dari 800 ribu dolar AS untuk pendanaan penelitian itu dari Yayasan Jantung. Hibah Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional untuk penyakit kardiovaskular yang dirilis pekan lalu, hanya menyediakan sedikit uang untuk penelitian kardiovaskular. Padahal, kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di negara itu.
Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini