China Mungkin Ketar-Ketir saat Tahu Jepang Kerahkan 100 Ribu Personel dan 120 Jet

China Mungkin Ketar-Ketir saat Tahu Jepang Kerahkan 100 Ribu Personel dan 120 Jet Kredit Foto: Asia Times

Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) menggelar latihan skala nasional. Demi meningkatkan kemampuan Jepang ketika China makin agresif di kawasan.

Kegiatan pelatihan meli­puti mengangkut pasokan dan menguji sistem komunikasi. Dilansir media Jepang, Kyodo, kemarin, GSDF memulai lati­han nasional pada Rabu (15/9/2021) hingga November mendatang di seluruh negeri. Tujuannya, demi memperkuat kemampuan mempertahankan pulau-pulau terpencil.

Baca Juga: Militer China Pamerkan Diplomasi di Latihan Penjaga Perdamaian

Terakhir, GSDF melakukan latihan dalam skala ini pada 1993 setelah Perang Dingin berakhir. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 100 ribu personel, 20 ribu kendaraan, dan 120 pesawat. Latihan juga akan melibatkan Pasukan Bela Diri Maritim dan Udara Jepang serta Angkatan Darat Amerika Serikat (tim landingship).

Sekitar 12.000 personel dan 3.900 kendaraan dari dua di­visi GSDF yang berbasis di Hokkaido dan Tohoku, plus satu brigade di wilayah Shikoku, akan memulai misi ekspedisi ke wilayah Kyushu pekan depan.

Seluruh pasukan akan diberangkatkan bersama peralatan pertahanan selama misi, termasuk tank, ke beberapa tempat pelatihan di Kyushu melalui jalan darat dan laut. Truk pribadi, feri dan kereta api juga akan digunakan dalam latihan tersebut.

Mengutip pernyataan seorang pejabat GSDF, latihan terse­but didasarkan pada Pedoman Program Pertahanan Nasional 2019. Isinya, menyerukan penguatan kemampuan pertahanan untuk membantu menjaga Kepulauan Nansei.

Di dalamnya, termasuk Kepulauan Senkaku yang juga diklaim China. Beijing menamai kepulauan itu, Diayou, terletak sekitar 170 km timur laut Taiwan.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan, lati­han ini diperlukan untuk memas­tikan kesiapan Jepang memper­tahankan wilayahnya. Termasuk pulau-pulau terpencil.

“Penting bahwa pasukan yang bisa dikerahkan dengan cepat dan ekstensif, tergantung pada situasinya. Dapat merespons secara efektif berbagai situasi, termasuk serangan di pulau-pulau,” katanya.

Pihak GSDF menambahkan, latihan kali ini akan berfokus pada kesiapan operasional, teru­tama di situasi keamanan yang semakin tidak pasti.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini