Tarif PPN Sembako Hanya Dikomparasikan dengan Eropa, Indef: Perbandingan dengan ASEAN Mana?

Tarif PPN Sembako Hanya Dikomparasikan dengan Eropa, Indef: Perbandingan dengan ASEAN Mana? Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengkritik perbandingan tarif PPN antarnegara yang dilampirkan pemerintah kepada DPR RI karena kebanyakan hanya mencakup negara dari Eropa. Menurutnya, perlu ada perbandingan yang lebih relevan dengan kondisi di Indonesia, seperti tarif pajak di negara ASEAN dan Asia Selatan.

"Kenapa perbandingannya dengan negara lain yang mayoritas negara Eropa? Kalau bikin komparasi, harus bikin perbandingan yang lebih comparable. Tidak apa-apa [membandingkan] dengan Eropa, tapi kenapa nggak ada negara di ASEAN, Amerika Selatan, atau Asia Selatan?" kritik Berly dalam diskusi publik Indef yang diselenggarakan secara daring, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Bukan dengan PPN Sembako, Ini Rekomendasi Indef untuk Dongkrak Pajak Indonesia

Lebih lanjut, ia menyampaikan banyak negara ASEAN yang belum menerapkan pajak sembako. Misalnya di Malaysia, makanan yang belum diproses (unprocessed food) dan sayur-mayur yang tergolong dalam kebutuhan pokok belum menjadi objek PPN.

Kemudian di Thailand, sembako, jasa pendidikan, dan jasa kesehatan juga tak termasuk objek PPN. Lalu, Filipina juga tak megenakan PPN untuk barang-barang seperti produk makanan, daging, buah-buahan, ikan, dan makanan yang dimasak lainnya.

"[Negara] tetangga kita seragam, sembako semua nggak masuk [objek pajak]," tutur Berly.

Terlebih, Indonesia merupakan golongan negara berkembang. "Bahkan, Malaysia yang menengah atas saja masih belum [menerapkan PPN sembako]," imbuhnya.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini