Ada Satu Saja Kasus Infeksi di Sekolah Negara Ini, Semua Murid Langsung Dites

Ada Satu Saja Kasus Infeksi di Sekolah Negara Ini, Semua Murid Langsung Dites Kredit Foto: Antara/Image/Bianca De Marchi via REUTERS

Upaya pemerintah Australia mengendalikan Covid memang luar biasa. Ada sejumlah video dan foto yang di-share oleh Prof. Dicky Budiman, warga Indonesia yang kini mengajar di Griffith University, Brisbane, Australia, hari ini.

Video itu memperlihatkan barisan mobil memasuki area sebuah sekolah. Beberapa hari sebelumnya, di sekolah tersebut ditemukan satu kasus muridnya terinfeksi Covid. Langsung saja, seluruh murid diharuskan menjalani swab test yang dilakukan secara drive thru. Pengambilan sampel dilakukan dari dalam kendaraan.

Baca Juga: 500 Ribu Vaksin AstraZeneca Tiba, Menlu: Thank You Australia!

"Untuk yang tidak berkendaraan, ada jalur khusus melakukan swab test," kata Dicky.

Dalam video lainnya menunjukkan prosedur memasuki area kerja. Prof. Dicky men-scan QR Code saat masuk ruang kantornya, Griffith University. Bahkan kata Prof. Dicky, setiap memasuki bagian ruangan dalam gedung yang sama, ada semacam QR Code.

Ini sejenis dengan aplikasi PeduliLindungi yang ada di Indonesia. Tetapi, di Australia, aplikasi terkait pengendalikan infeksi Covid dengan QR Code digunakan lebih luas. Bukan hanya saat masuk ke mall.

"Setiap bagian gedung, kita harus men-scan QR Code. Semacam PeduliLindungi. Ini untuk memudahkan tracing dan tracking. Seperti kemarin terdeteksi ada satu staf positif. Tapi bukan di bagian ruangan ini. Hari itu juga, seluruh orang yang ada di gedung dan kampus ini langsung dites. Mestinya begini tracing yang kuat," ungkap Prof. Dicky.

Prof. Dicky juga melampirkan undangan pemberitahuan dari kampus dan otoritas kesehatan setempat untuk segera mengikuti testing jika sempat berada di lingkungan kampus pada Rabu (8/9), hari di mana satu staf terdeteksi positif Covid.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini