Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Periode Juli 2021, GAPKI: Ekspor Sawit Kembali Bergairah

Periode Juli 2021, GAPKI: Ekspor Sawit Kembali Bergairah Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berdasarkan data GAPKI diketahui bahwa periode Juli 2021, ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya kembali bergairah. Ekspor minyak sawit bulan Juli 2021 tercatat naik 716 ribu ton menjadi 2.742 ribu ton dengan kenaikan ekspor terbesar pada olahan CPO sebesar 548 ribu ton menjadi 2.110 ribu ton, dan CPO yang naik 104 ribu ton menjadi 151 ribu ton.

Secara YoY hingga Juli 2021, volume ekspor mengalami sedikit penurunan yakni sebesar 0,6 persen. Nilai ekspor produk minyak sawit bulan Juli 2021 mencapai US$2.802 juta, atau mengalami kenaikan US$684,5 juta dibandingkan bulan Juni 2021. Kondisi ini juga didukung kenaikan harga rata-rata CPO dari US$1.054 pada bulan Juni menjadi US$1.124/ton CIF Rotterdam pada bulan Juli 2021.

Baca Juga: Pemerintah Mengenakan BK untuk Sawit, Mengapa?

Kenaikan volume ekspor terbesar terjadi untuk negara tujuan Uni Eropa yang naik menjadi 509,7 ribu ton (+139,2 ribu ton), India menjadi 231,2 ribu ton (+122,5 ribu ton), Pakistan menjadi 277,2 ribu ton (+119,4 ribu ton), dan China menjadi 522,2 ribu ton (+104,1 ribu ton).

Konsumsi dalam negeri turun menjadi 1.444 ribu ton atau 13,1 persen lebih rendah dari bulan Juni. Penurunan terbesar konsumsi domestik tercatat untuk biodiesel yang menjadi 556 ribu ton (-121 ribu ton) dan untuk pangan menjadi 708 ribu ton (-95 ribu ton), sedangkan oleokimia hanya turun 2 ribu ton menjadi 180 ribu ton. Secara YoY, konsumsi dalam negeri 2021 mengalami kenaikan sebesar 6,9 persen. 

Produksi CPO bulan Juli mencapai 4.056 ribu ton, turun 426 ribu ton dari produksi bulan Juni yang disebabkan faktor musiman. Produksi PKO bulan Juli juga turun menjadi 385 ribu ton dari 426 ribu ton pada bulan Juni. Meskipun demikian, tren produksi selama tahun 2021 diperkirakan naik dengan laju rata-rata 177 ribu ton per bulan. Produksi CPO hingga bulan Juli ini lebih tinggi 4,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Stok akhir bulan Juli naik 49 ribu ton menjadi sebesar 4.549 ribu ton.

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan