Konektivitas Jalan Tol Pengaruhi Tingginya Biaya Logistik terhadap PDB

Konektivitas Jalan Tol Pengaruhi Tingginya Biaya Logistik terhadap PDB Kredit Foto: Hutama Karya

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengungkapkan, biaya logistik terhadap PDB masih tergolong tinggi. Biaya logistik dibandingkan PDB tahun 2010 misalnya mencapai angka 27,02 persen. Hal tersebut masih di bawah Korea sebesar 16,3 persen dan Jepang 10,6 persen.

"Tahun 2019 kita hanya mampu menekan 24 persen. Padahal, target kita adalah 17 persen pada tahun 2020. Jadi kita masih perlu mengejar ketertinggalan itu," ujarnya dalam webinar Trans Sumatra Toll Road: Accelerating Indonesia’s Economic Growth Through Infrastructure Development, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Kementerian BUMN Sebut Pembangunan Tol Trans Sumatera Dapat Naikkan Kontribusi 20 Persen PDB

Hatta juga menyebutkan, berdasarkan Logistics Performance Index masih tergolong rendah, meski sempat terjadi kenaikan signifikan pada tahun 2010 dibandingkan 2018, yakni naik dari urutan 75 menuju ke urutan 46.

Tingginya biaya logistik menyebabkan turunnya daya saing kinerja. Di samping itu, potensi alam terbarukan dan non-terbarukan tidak akan terkelola secama maksimal dari aspek produksi dan distribusi. Sebagai contoh, Sumatera Selatan dengan 55 persen cadangan batu bara nasional masih belum bisa memaksimalkan produksi karena terkendala transportasi darat dan laut.

Situasi tersebut ditambah dengan belum terbangunnya feeder ke arah kawasan perhatian investasi atau kawasan potensi investasi yang mengakibatkan potensi tersebut tidak terangkat.

"Bagaimana potensi Sumatera baru memberikan kontribusi 21,73 persen dari PDB nasional kita, artinya sangat mungkin untuk ditingkatkan dengan membangun infrastruktur yang memadai," terangnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini