Tren Positif Sawit Diharapkan Terus Berlanjut

Tren Positif Sawit Diharapkan Terus Berlanjut Kredit Foto: Antara/Akbar Tado

Kenaikan permintaan dan harga membuat industri sawit dalam negeri semakin bergairah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor lemak dan minyak nabati, yang didominasi sawit, melonjak ke level US$16,59 miliar pada Januari – Juli 2021 atau mengalami kenaikan 56,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor sawit di bulan Mei bahkan mencapai US$3,063 miliar atau tertinggi dalam sejarah.

Sementara itu, data GAPKI menunjukkan, sepanjang Januari – Juni 2021, volume ekspor sawit Indonesia mencapai 15,78 juta ton, meningkat tipis 2 persen secara YoY. Dengan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program B30, konsumsi biodiesel diperkirakan sebesar 9,2 juta kiloliter atau setara dengan 8 juta ton minyak sawit. Penggunaan minyak sawit untuk oleokimia di 2021 diperkirakan sekitar 2 juta ton untuk konsumsi domestik dan sekitar 4,5 juta ton untuk ekspor.

Baca Juga: PASPI: Hilirisasi, Kita Sudah Mencapai 200 Jenis Produk yang Dihasilkan dari Sawit

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga CPO pada Juni 2020 berada di level US$570 – US$600/MT. Namun, harga tersebut diperkirakan melonjak ke US$1.135/MT untuk pengiriman November tahun ini. Kenaikan harga sawit salah satunya adalah disebabkan penurunan produksi sawit Malaysia. Salah satu sentimen penguatan harga minyak sawit tersebut yakni produksi sawit Malaysia pada 2020 mengalami penurunan 3,6 persen secara YoY. Pasokan minyak sawit Malaysia pada Desember 2020 bahkan hanya berada di level 1,26 juta ton, atau terendah sejak Juli 2007.

GAPKI memproyeksikan, produksi minyak sawit Indonesia 2021 akan naik signifikan, mencapai 49 juta ton untuk CPO dan 4,65 juta ton untuk palm kernel oil (PKO). Pemeliharaan kebun yang lebih baik, cuaca yang mendukung, dan harga yang menarik, menjadi faktor pemicu peningkatan produksi.

"Mudah-mudahan tren ini bisa dijaga sampai akhir tahun,” kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono. Menurutnya, hingga pertengahan tahun, industri sawit dalam negeri masih sangat positif. "Produksi Juni kemarin masih growth positif," tambahnya.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini