PASPI: Hilirisasi, Kita Sudah Mencapai 200 Jenis Produk yang Dihasilkan dari Sawit

PASPI: Hilirisasi, Kita Sudah Mencapai 200 Jenis Produk yang Dihasilkan dari Sawit Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy (PASPI), Tungkot Sipayung mengatakan, program hilirasi kelapa sawit yang dilakukan pemerintah selama satu dekade terakhir sudah dirasakan manfaatnya.

"Dulu, sebelum hilirisasi, kita hanya menjual crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO). Hanya dua produk itu dulu. Setelah hilirisasi, tahun lalu kita sudah mencapai 200 jenis produk yang dihasilkan dari sawit," kata Tungkot.

Baca Juga: Soal Moratorium Kebun Sawit, Ini Kata GAPKI

Jumlah tersebut, diperkirakan Tungkot akan meningkat di tahun 2025 menjadi 300 jenis produk. "Kalau bisa, sebelum Indonesia merayakan kemerdekaan 100 tahun, kita bisa mengahasilkan 500 jenis produk dari kelapa sawit," katanya.

Bukti lain dari suksesnya program hilirisasi minyak sawit yakni ekspor Crude (CPO+PKO) olahan yang tahun 2010 lalu sebesar 57 persen, turun menjadi 22 persen di 2020. Sementara Product Base PO, tahun lalu naik menjadi 11 persen dibandingkan tahun 2010 yang hanya 1 persen.

"Sedangkan Processed (RPO+RPKO) kita 10 tahun terakhir naik dari 38 persen, menjadi 67 persen. Ini menjadi bukti, bahwa hilirasi membuat struktur ekspor ketiga jenis tersebut berubah drastis 10 tahun terakhir," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya, Indonesia menjadi salah satu importir fosil (solar) terbesar di dunia, namun melalui program mendatori biodiesel (B30), pada tahun 2020, Indonesia berhasil menurunkan volume impor solar.

"Jadi, setelah hilirisasi, ketergantungan kita terhadap diesel fosil makin lama makin menurun, sementara konsumsi biodesel kita makin lama makin meningkat. Kendati sudah berhasil di segala sisi, kita tidak boleh merasa puas. Harus lebih baik lagi kedepannya," ujarnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini