Singapura Mulai Cekal Binance, Miliarder Ini Langsung Hapus Aplikasi dari App Store

Singapura Mulai Cekal Binance, Miliarder Ini Langsung Hapus Aplikasi dari App Store Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier

Binance dan pemain cryptocurrency lainnya telah menghadapi peningkatan pengawasan peraturan di seluruh dunia. Pada 2 September, Otoritas Moneter Singapura menuduh Binance telah melanggar Undang-Undang Layanan Pembayaran karena menyediakan layanan pembayaran kepada, dan meminta bisnis tersebut dari penduduk Singapura tanpa izin yang sesuai.

Bulan lalu, Binance menunjuk mantan eksekutif Singapore Exchange Richard Teng sebagai CEO afiliasinya di Singapura.

“Kami senang Richard memimpin tim Binance Singapore dalam mengamankan kemitraan yang lebih strategis, mendorong inovasi dan memajukan ekosistem cryptocurrency lokal di Singapura,” ujar Zhao, pendiri dan CEO Binance.

Dengan kekayaan bersih USD1,9 miliar (Rp27 triliun), Zhao menduduki peringkat ke-22 dalam daftar 50 Orang Terkaya Singapura yang diterbitkan bulan lalu. Pria berdarah China-Kanada ini telah tinggal di negara kota itu sejak 2019.

Pada tahun 2020, Binance mencapai total volume perdagangan USD2 triliun (Rp28.426 triliun), dan Binance Coin-nya sekarang menjadi cryptocurrency terbesar keempat di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut CoinGecko.

Tampilkan Semua
Halaman

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini