Meski Elektabilitas Tinggi, Ganjar Palingan Cuma Jadi Cawapres Pendamping Puan

Meski Elektabilitas Tinggi, Ganjar Palingan Cuma Jadi Cawapres Pendamping Puan Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo

Pangamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan Ganjar Pranowo hanya akan menjadi cawapres karena sulit mendapatkan partai pengusung.

Kans Ganjar maju untuk RI 1 sulit, karena ia harus berhadapan dengan puteri mahkota, Puan Maharani.

"Ganjar harus berjuang dulu mendapatkan kepercayaan Megawati. Hal itu tentu bukan perkara mudah mengingat Puan sejak awal memang sudah disiapkan untuk maju pada Pilpres 2024," kata Jamil dikutip dari RMOL, Senin (6/9).

Oleh karena itu, kata Jamil, jika Ganjar diusung oleh PDI Perjuanhan maka hanya pada posisi Cawapres kendati elektabilitasnya jauh lebih tinggi dari Puan Maharani.

"Harus berlapang dada mendampingi Puan Maharani," tandas Jamiluddin.

Duet Puan-Ganjar, bisa saja terjadi. Mengingat PDI Perjuangan saat ini mampu untuk mengusung sendiri pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024.

Disisi lain, menurut Jamil, peluang Ganjar untuk maju sebagai salah satu kontestan Pilpres 2024 masih terbuka melalui partai nasionalis lainnya.

Hanya saja untuk Capres tampaknya berat mengingat ketua umum partai nasionalis juga ingin sekali maju dalam perebutan kursi presiden.

"Golkar atau Gerindra misalnya, tentu akan lebih memilih mengusung ketua umumnya menjadi Capres. Ganjar meskipun elektabilitasnya tinggi, peluangnya hanya cawapres. Hal itu pun masih bergantung persetujuan pada partai koalisi yang mengusung," kata Jamiluddin.

Selain itu, partai berbasis Islam juga akan sulit mengusung Ganjar menjadi Capres. Sebab, peluang Anies Baswedan dan Ridwan Kamil akan lebih besar daripada Ganjar.

"Kalaupun Ganjar dilirik Partai berbasis Islam, peluangnya juga paling tinggi hanya Cawapres," demikian penulis buku Tipologi Pesan Persuasif ini.

RMOL

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini